Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com
Tampilkan postingan dengan label pengangguran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengangguran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2015

Pengangguran bandung berkurang

Angka Pengangguran di Bandung Diklaim Turun

Reporter : Dian Rosadi

Merdeka.com - Dinas Tenaga Kerja (disnaker) Kota Bandung mengklaim telah terjadi penurunan angka pengangguran sebesar 29 persen.

"Jumlah pengangguran di Bandung pada tahun ini menurun. Jika pada tahun 2014 angka pengangguran mencapai 127 ribu jiwa, pada tahun 2015 ini menurun menjadi 90 ribu jiwa," ujar Kadisnaker Kota Bandung, Herry M Djauhari, Jumat (6/11).

Menurut Herry turunnya jumlah angka pengangguran ini, karena meningkatnya serapan angkatan kerja baru. Salah satu faktornya yakni melalui acara bursa tenaga kerja yang digelar oleh Disnaker. Melalui acara ini tingkat penyerapan tenaga kerja menjadi sangat besar.

Herry mencatat dalam acara bursa kerja yang digelar oleh disnaker, ada sekitar 2010 orang yang direkrut.

"Ini bukan hanya untuk lulusan perguruan tinggi, tetapi juga untuk SMK. Kita dorong ke sana (mengadakan bursa kerja) untuk menyerap calon tenaga kerja baru," kata Herry.

Selain itu lanjut Herry, hadirnya wirausahawan-wirausahawan baru juga menjadi faktor penurunan angka pengangguran.

"Kita memberikan permodalan dan pelatihan-pelatihan kepada para wirausaha baru. Sehingga lapangan kerja baru tercipta," ungkap Herry.

Herry menyebut hampir semua sektor usaha menyerap angkatan kerja baru secara merata. Namun sektor industri manufaktur menjadi sektor yang paling banyak.

" Jika dilihat hampir merata. Namun sektor jasa manufaktur ini yang paling banyak jika dibandingkan sektor lain," kata dia.

Kamis, 05 November 2015

Jumlah pengangguran agustus 2015

Astaga, Pengangguran Indonesia Bertambah 320 Ribu Jiwa!

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2015 mencapai 6,18 persen atau meningkat dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar 5,94 persen

 - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2015 mencapai 6,18 persen atau meningkat dibandingkan periode yang sama 2014 sebesar 5,94 persen.

"Dalam setahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka meningkat dan jumlah penganggur bertambah sebanyak 320 ribu jiwa," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suhariyanto dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (5/11/2015).

Dengan demikian, pada periode Agustus 2015 jumlah pengangguran terbuka mencapai 7,56 juta orang atau lebih tinggi dibandingkan jumlah pengangguran terbuka pada periode Agustus 2014 yang tercatat 7,24 juta orang.

Suhariyanto mengatakan dua alasan yang menjadi penyebab peningkatan tingkat pengangguran terbuka dalam setahun terakhir adalah adanya pemutusan hubungan kerja serta daya serap yang menurun karena peningkatan jumlah angkatan kerja.

"Kebanyakan industri yang mengalami PHK, yang tergantung dengan impor. Karena terjadi penghematan ongkos produksi, akibat nilai tukar naik, maka ada pengurangan tenaga kerja. Upaya untuk menjaga, dengan menurunkan harga energi sudah bagus," ujarnya.

Berdasarkan klasifikasi pendidikan, maka tingkat pengangguran terbuka tertinggi dialami para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yaitu hingga 12,65 persen, diikuti Sekolah Menengah Atas sebesar 10,32 persen.

"Sekolah kejuruan ini lulusannya adalah spesialis. Ketika lapangan pekerjaan sesuai dengan keahliannya tidak ada, maka dia sulit untuk mencari kerja ke sektor lain, karena memang lulusannya tidak fleksibel," kata Direktur Statistik Kependudukan dan Ketenagakerjaan BPS Razali Ritonga.

Secara keseluruhan, BPS mencatat jumlah angkatan kerja pada Agustus 2015 mencapai 122,4 juta orang atau meningkat 510 ribu dibandingkan periode Agustus 2014 yang tercatat sebanyak 121,87 juta orang.

Jumlah penduduk bekerja juga tercatat adanya peningkatan pada Agustus 2015 yaitu sebesar 114,8 juta orang atau bertambah 190 ribu orang dibandingkan keadaan Agustus 2014 yang mencapai 114,63 juta orang.

Struktur lapangan pekerjaan hingga Agustus 2015 tidak mengalami perubahan, yaitu sektor pertanian, sektor perdagangan, sektor jasa kemasyarakatan dan sektor industri. Empat sektor tersebut menjadi penyumbang tenaga kerja terbanyak di Indonesia.

Bila dibandingkan pada Agustus 2014, maka peningkatan penduduk bekerja terjadi pada sektor konstruksi 930 ribu orang (12,77 persen), sektor perdagangan 850 ribu orang (3,42 persen) dan sektor keuangan 240 ribu orang (7,92 persen).

"Sementara, berdasarkan status pekerjaan, pada Agustus 2015, sebanyak 48,5 juta orang atau 42,24 persen bekerja pada kegiatan formal dan 66,3 juta orang atau 57,76 persen bekerja pada kegiatan formal," kata Razali. (Antara)