Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com
Tampilkan postingan dengan label peluang bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 November 2015

Usaha mikro

Berikut saran yang bisa kamu terapkan ketika memulai usaha sendiri berskala mikro.

Cari keunikan

Coba gali kemampuan atau hobimu. Jika kamu suka bersepeda dan pintar berkomunikasi, mengapa tidak menggunakannya untuk membuka usaha alat-alat bersepeda? Mungkin saja kamu suka memasak makanan khas Indonesia.

Kamu bisa membuka katering paket harian makanan Indonesia yang sehat dan memasarkannya ke koperasi kantor. Terpenting, gali kemampuan kamu yang jarang dimiliki orang lain.

Baca pasar

Membaca pasar artinya mengetahui kondisi target pasar kamu, mencari selera pasar, serta mengambil celah untuk memasarkan barang dan jasa. Misal, di lingkungan rumah kamu banyak keluarga muda yang anak-anaknya baru masuk sekolah dasar.

Jika kamu punya kemampuan mengajar bahasa Inggris, kamu bisa membuka peluang tempat kursus mata pelajaran tambahan bagi siswa sekolah dasar.

Hadirkan barang dan jasa yang terjangkau

Mahal dan murah memang relatif. Nah, agar kamu tahu nominal berapa yang disebut mahal dan murah, berkomunikasilah dengan sasaran pasar kamu.

Misal, kamu ingin membuka tempat kursus untuk siswa sekolah dasar, cobalah mengobrol dengan ibu-ibu yang punya anak tingkat sekolah dasar. Dari situ kamu tahu, berapa nominal yang mereka sebut murah.

Berikan diskon

Untuk usaha baru, ada baiknya memberi produk dan jasa secara cuma-cuma. Banyak usaha gagal hanya karena menetapkan tarif yang terjangkau tapi tdak menambahnya dengan gimmick tertentu.

Rugi di awal usaha itu wajar, malah aneh jika kamu untung sejak bulan pertama berusaha. Berilah potongan harga atau paketkan dengan tawaran menarik. Supaya barang dan jasa kamu dilihat kualitasnya, mulailah dengan harga yang murah.

Kalau harga murah dan barang kamu disukai, pasti pembeli kamu tetap jadi pelanggan.

Rabu, 04 November 2015

Penjual burung pipit di tahun baru imlek

Burung pipit dalam perayaan Imlek
Posted by Dudung Abdul Muslim in KABAR BURUNG

Sejumlah penjual burung pipit yang mangkal di beberapa vihara Bandar Lampung mengaku untung dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2013. Menurut Pundi (42), salah seorang penjual burung pipit di Vihara Thai Hin Bo, Minggu (10/2), banyak pengunjung vihara yang membeli dagangannya.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.
Jika Anda kesulitan mencari artikel di blog ini, silakan dicari dengan memasukkan kata kunci artikel yang Anda cari, pada kolom kosong yang tertera pada halaman ini.

Tradisi melepas burung pipit dalam perayaan Tahun Baru Imlek.
Burung pipit banyak dijumpai di kawasan pedesaan di Lampung, bahkan di berbagai daerah di Indonesia. Mereka sering “mencuri” bulir-bulir padi yang baru tumbuh hingga menjelang panen. Tak heran jika masyarakat petani menganggapnya sebagai burung hama.

Di tangan kicaumania, mainstream burung pipit sebagai burung hama mulai diubah menjadi burung piaraan, atau bahkan sebagai master bagi beberapa jenis burung kicauan. Ternyata, si pipit juga selalu dibutuhkan saat sobat-sobat dari etnis Tionghoa merayakan tahun barunya.

“Harga burung pipit di sini rata-rata dua ribu rupiah per ekor. Hari ini saya membawa seratus ekor burung pipit untuk dijual di vihara,” kata Pundi.

Berjualan sejak pagi, burung dagangan Pundi sudah habis pada siang hari. Pasalnya, banyak pengunjung vihara yang membeli burung pipit untuk keperluan ibadah. “Setiap perayaan Imlek, saya selalu berdagang di vihara ini untuk mendapatkan keuntungan,” tambah Pundi, seperti diceritakannya kepada Kantor Berita Antara.

Pelepasan pipit menjadi simbol untuk penghapusan dosa.
Warga etnis Tionghoa yang ingin memanjatkan doa di wihara sangat terbantu dengan adanya pedagang burung pipit. “Sangat terbantu dengan kehadiran para pedagang burung pipit. Burung ini merupakan media yang dapat digunakan untuk menghapus dosa,” kata Lia (24), salah seorang pengunjung vihara.

Menurut Lia, melalui ritual menerbangkan burung pipit, maka setiap ia melakukan kesalahan selama ini, dosa-dosa akibat kesalahan itu akan dihapus. Harga Rp 2.000 per ekor dinilainya sangat terjangkau.

Hal senada diungkapkan pengunjung lainnya. Keberadaan penjual burung pipit memudahkan mereka dalam melaksanakan ibadah. “Dengan adanya penjual burung pipit itu mempermudah ibadah, karena hal tersebut merupakan bagian dari memanjatkan doa,” kata Riki (32).

Dia berharap, dalam Tahun Ular Air ini diharapkan bisa berbuat lebih baik daripada kemarin, dan dipermudah dalam segala hal.

Gong Xi Fa Cai. Semoga makin berkembang tahun ini.