Berikut saran yang bisa kamu terapkan ketika memulai usaha sendiri berskala mikro.
Cari keunikan
Coba gali kemampuan atau hobimu. Jika kamu suka bersepeda dan pintar berkomunikasi, mengapa tidak menggunakannya untuk membuka usaha alat-alat bersepeda? Mungkin saja kamu suka memasak makanan khas Indonesia.
Kamu bisa membuka katering paket harian makanan Indonesia yang sehat dan memasarkannya ke koperasi kantor. Terpenting, gali kemampuan kamu yang jarang dimiliki orang lain.
Baca pasar
Membaca pasar artinya mengetahui kondisi target pasar kamu, mencari selera pasar, serta mengambil celah untuk memasarkan barang dan jasa. Misal, di lingkungan rumah kamu banyak keluarga muda yang anak-anaknya baru masuk sekolah dasar.
Jika kamu punya kemampuan mengajar bahasa Inggris, kamu bisa membuka peluang tempat kursus mata pelajaran tambahan bagi siswa sekolah dasar.
Hadirkan barang dan jasa yang terjangkau
Mahal dan murah memang relatif. Nah, agar kamu tahu nominal berapa yang disebut mahal dan murah, berkomunikasilah dengan sasaran pasar kamu.
Misal, kamu ingin membuka tempat kursus untuk siswa sekolah dasar, cobalah mengobrol dengan ibu-ibu yang punya anak tingkat sekolah dasar. Dari situ kamu tahu, berapa nominal yang mereka sebut murah.
Berikan diskon
Untuk usaha baru, ada baiknya memberi produk dan jasa secara cuma-cuma. Banyak usaha gagal hanya karena menetapkan tarif yang terjangkau tapi tdak menambahnya dengan gimmick tertentu.
Rugi di awal usaha itu wajar, malah aneh jika kamu untung sejak bulan pertama berusaha. Berilah potongan harga atau paketkan dengan tawaran menarik. Supaya barang dan jasa kamu dilihat kualitasnya, mulailah dengan harga yang murah.
Kalau harga murah dan barang kamu disukai, pasti pembeli kamu tetap jadi pelanggan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar