Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com
Tampilkan postingan dengan label stres. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stres. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 September 2015

Mengurangi stres dan tekanan batin

Travel
Sedikit waktu untuk menjauh dari rumah bisa menjadi terapi dan membantu menyegarkan pikiran. Pergi ke tempat yang belum pernah kamu datangi. Atau, berliburlah ke tempat favoritmu.

Kesan familiar dengan tempat tersebut bisa membawa ketenangan dan membantumu lebih rileks.

Kemah
Jika kamu tak punya waktu pergi ke tempat jauh, jangan khawatir. Kamu bisa mencari tempat tidak jauh dari rumah, dirikan tenda, dan rasakan hidup di alam terbuka. Jauhkan diri dari perangkat teknologi.

Salah satu keasyikan dari kegiatan outdoor adalah menikmati suara alam. Biarkan telingamu menangkap kicauan burung, suara bisikan rumput, atau gesekan daun. Kondisi ini dapat meringankan pikiranmu.

Olahraga
Olahraga tak berarti harus ke pusat kebugaran dan mengangkat satu set alat berat. Lakukan peregangan otot secara sederhana di pagi hari atau berjalan sekitar 30 menit di sekitar rumah.

Jika tidak ada waktu, berjalanlah ke restoran terdekat di jam makan siang. Aktivitas fisik merupakan cara terbaik yang secara instan bisa melepas hormon endorfin (hormon yang membuat orang merasa senang) serta secara positif berdampak ke suasana hatimu.

Pelihara binatang
Milikih binatang peliharaan, bermainlah dengannya. Hal ini bisa meningkatkan kesehatan emosional dan mentalmu. Terlepas dari fakta bahwa memeluk hewan peliharaan dapat mengurangi tingkat stres, rupanya memeluk hewan peliharaan juga bisa menurunkan risiko serangan jantung dan menurunkan tekanan darah.

Berinteraksi dengan kawan
Cara lain melawan stres adalah berjumpa dengan kawan. Jika kamu merasa mulai stres, hubungi sahabatmu atau anggota keluarga dan berbicaralah dengan mereka. Pembicaraan dengan orang terdekat dapat membuatmu merasa lebih baik.

Bertemulah dengan sahabat atau anggota keluarga lain sambil menikmati makanan dan minuman atau berjalan di taman. Akhirilah dengan menonton film di bioskop.

Minggu, 13 September 2015

4 penyesalan terbesar dalam hidup manusia

1. Penyesalan Tidak Sempat Mengatakan Cinta.

Setiap manusia berhak tahu bahwa dia dicintai, sayangnya kadang rasa malu, gengsi dan ego membuat seseorang tidak mau mengungkapkan rasa cintanya. Rasa cinta ini tidak hanya antar dua insan manusia, tetapi juga rasa cinta dari anak ke orang tua, kakak ke adik, sahabat ke sahabat dan sebagainya. Percayalah, penyesalan rasanya sangat sakit ketika seseorang itu sudah pergi selamanya.

Maka selagi Anda masih diberi kesempatan untuk hidup, katakanlah pada orang yang Anda sayang betapa Anda menyayangi mereka, betapa kehadiran mereka begitu berarti untuk Anda. Jika kata-kata itu sulit terucap, tuliskan di sebuah kertas. Tidak sulit bukan memeluk dan mencium orang Anda sayang selagi Anda bisa. Sudahkah hari ini Anda mengatakan cinta pada ibu, ayah, suami dan anak-anak Anda?

2. Mengabaikan Kesehatan Sejak Muda

Hal yang memilukan dari manusia masa kini adalah keinginan untuk bekerja dan bekerja demi menghasilkan banyak uang tanpa menghiraukan kesehatannya. Makan sembarangan, stres sedikit langsung merokok, sering begadang dan sebagainya. Namun saat dia sudah punya banyak uang, kesehatan menjadi bumerang dan akhirnya uang yang sudah terkumpul dihabiskan untuk mendapatkan kembali kesehatan itu.

Maka mulai sekarang perhatikan apa yang Anda makan, dengan siapa Anda menghabiskan waktu dan apakah tidur Anda cukup setiap hari. Pikirkan masa tua Anda, hadir dalam pernikahan anak Anda dan bermain dengan cucu bisa menjadi motivasi untuk selalu sehat. Punya rumah atau perhiasan sebagai investasi memang tidak salah, namun harta terbesar Anda adalah kesehatan.

3. Menelantarkan orang dan membangkang mereka.

Bekerja keras demi menghasilkan pundi-pundi uang memang tidak salah, impian membelikan rumah untuk orang tua atau memberangkatkan haji orang tua adalah hal yang mulia. Namun jangan sampai impian baik tersebut membuat lupa waktu dan justru mengabaikan orang tua. Kadang terlalu semangat bekerja membuat seseorang abai dan lupa pada orang-orang yang selalu mendukung dan mendoakan.

Tarik napas sejenak dan luangkan waktu untuk orang yang Anda sayangi. Kadang kehadiran Anda begitu dinanti-nanti melebihi berapapun banyak materi yang bisa Anda bagi. Kadang mendengar suara Anda menanyakan, "Bunda apa kabar?" lebih menenangkan hati ketimbang setumpuk materi. Maka mulailah seimbangkan hidup Anda. Hidup tidak hanya tentang berapa banyak materi yang Anda raih, tetapi dengan siapa Anda akan menikmatinya.

Saat seseorang merasa sudah dewasa, seringkali nasihat dan omongan orang tua diabaikan. Kadang anak merasa "Aku kan sudah besar, suka-suka aku mau berbuat apa," padahal orang tua punya pengalaman yang lebih banyak. Walau memang, kadang orang tua ingin ini dan itu yang tidak sesuai dengan kata hati. Cara untuk menyikapi hal ini adalah duduk bersama, mengobrol.

4. Meninggalkan Teman Yang Tulus

Dalam hidup ini, akan ada banyak orang yang datang dan pergi. Namun teman-teman yang tulus tidak akan pernah pergi dari hidup Anda. Merekalah orang-orang yang selalu ada di saat Anda senang dan susah. Sayangnya, banyak orang yang justru meninggalkan teman-teman yang tulus setelah datang teman-teman baru yang lebih selevel dan keren. Sedangkan teman lama dianggap tidak keren dan sudah tidak pantas untuk Anda.

Ingatlah kata-kata ini:
Ketika Anda dalam kondisi makmur dan kaya, teman-teman Anda tahu siapa Anda. Namun ketika Anda dalam kondisi miskin dan sengsara, Anda tahu siapa teman-teman Anda.

Banyak cerita bahwa kehadiran orang baru seringkali hanya memanfaatkan ketenaran atau materi seseorang. Namun ketika tiba masa kesusahan datang, orang yang dianggap teman ini justru pergi. Justru teman-teman lama yang Anda tinggalkan, merekalah yang tetap kembali pada Anda, walau sempat Anda tinggalkan.Jadi sayangilah teman-teman yang memang tulus hadir dalam hidup Anda. Bukan teman yang sekedar 'selevel' dengan Anda.