Plasadana.com - Idealnya, ekskutif sebuah perusahaan harus menjadi
contoh untuk para bawahan. Datang lebih pagi, memberi instruksi secara
jelas, berpikir dan bekerja keras serta pulang lebih akhir dibandingkan
karyawan lain.
Namun ada beberapa kasus yang menunjukkan
kecenderungan perilaku buruk para eksekutif perusahaan. Penelitian yang
dilakukan lembaga konsultan McKinsey menunjukkan hanya 9 persen
eksekutif yang memanfaatkan waktu kerjanya dengan optimal. Karena tak
dibebani pekerjaan teknis, mereka kerap menyia-nyiakan waktu dan
melakukan hal-hal yang tidak produktif.
Dalam laporan yang dikutip Business Insider,
McKinsey menyatakan manajemen waktu para eksekutif tidak melulu menjadi
tanggung jawab pribadinya. Hal itu seharusnya diatur oleh sistem yang
ajeg dan disahkan oleh perusahaan. Hal ini bisa menghindarkan perusahaan
dari kerugian, lantaran perilaku para karyawan yang tak produktif.
Apa saja ciri-ciri karyawan yang tidak produktif?
1. Pecandu internet
Di
kalangan eksekutif, ada julukan yang populer untuk para pecandu
internet: Miss atau Mister Online. Menurut McKinsey, para pecandu online
biasanya selalu terpaku di depan komputer, kerap berada di ruangannya
tanpa berinteraksi dengan karyawan. Hal ini jelas berbahaya karena si
manajer melupakan fungsinya sebagai dirigen yang harus mengatur
karyawan. Selain itu, perilaku ini bisa membebani anggaran perusahaan.
2. Tukang gaul
Ada
posisi tertentu yang membutuhkan jaringan luas. Misalnya manajer
pemasaran dan komunikasi. Tapi jika seorang eksekutif terlalu sering
berada di luar kantor, baik untuk bekerja maupun menjalin relasi, fungsi
manajerialnya bisa tergerus. Dia bisa melupakan tugasnya untuk mengatur
bawahan. Kadang jika terlalu intens bergaul, si manajer bisa melupakan
pekerjaannya.
3. Tipe pemandu sorak (cheerleader)
Manajer yang bersikap seperti cheerleader
hanya bagus dalam memotivasi karyawan. Tapi biasanya, mereka kurang
mampu mengembangkan jaringan sehingga perusahaan sulit berekspansi.
Orang-orang semacam ini hanya bisa ditempatkan sebagai mandor pabrik
atau sebagai kepala administrasi.
4. Tipe pemadam kebakaran
Para
pemilik sifat ini hanya bagus dalam menyelesaikan masalah. Bak pemadam
kebakaran, mereka bekerja dengan efektif saat ada masalah. Namun mereka
biasanya kurang memiliki ide untuk mengembangkan hal baru.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar