Lima Hal Yang Menyebabkan Kemiskinan |
PENULIS : Peppy Ramadhyaz |
Blogger dan penasihat personal finance, Len Penzo, mendata lima keputusan fatal yang bisa menyeret Anda pada kebuntuan finansial alias kemiskinan. Jika salah memilih, efeknya tak hanya menimpa Anda, tapi seluruh anggota keluarga. Sebelum hal itu terjadi, pikirkan masak-masak sebelum mengambil keputusan ini.
1. Memiliki anak di usia belum pantas nikah
Menurut Penzo, tak ada hal yang paling buruk selain memiliki anak tanpa kesiapan finansial. Hal ini biasanya terjadi pada pasangan usia dini yang sebetulnya belum pas untuk menikah. Selain uang, membesarkan anak juga perlu effort besar seperti waktu, pendidikan dan lain-lain. Banyak orang yang akhirnya sengsara lantaran masalah ini. Tapi tentu saja, rejeki siapa tahu kan?
[Awas Jebakan Kartu Kredit]
Plasadana.com - Jeratan utang kartu kredit menjadi problem banyak orang di banyak negara. Selain terlalu konsumtif, macetnya pembayaran kartu kredit bisa disebabkan tingginya suku bunga. Banyak orang yang lupa, ketika berbelanja dengan cara ini bakal dikenai bunga 10 persen hingga 30 persen! [Aturan Baru Kartu Kredit] Agar terbebas dari jeratan utang kartu kredit, sebaiknya anda membuat rencana konsumsi. Kendalikan nafsu belanja dan ingat selalu konsekuensi saat anda menggesek kartu kredit. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum berbelanja dengan kartu kredit atau terjebak oleh ilusi kartu kredit.
1. Data kartu kredit yang dimiliki
Cara ini diperlukan jika Anda memiliki lebih dari satu kartu kredit. Hitung bunga yang dikenakan masing-masing provider, limit kredit serta cara pembayarannya.
2. Susun kartu kredit berdasarkan biaya
Anda bisa menyusun kartu kredit dalam dompet atau tas berdasarkan biayanya. Letakkan kartu dengan bunga paling tinggi di sisipan dompet bagian belakang atau yang paling sulit diambil. Pilih kartu dengan limit kredit terbesar di bagian tengah, jika sewaktu-waktu anda perlu membayar barang mahal.
3. Setia pada bujet
Ketahui kemampuan anda membayar cicilan kartu kredit setiap bulan. Jika perlu, selipkan kertas bertuliskan besaran dana maksimum yang bisa dibayar dalam dompet anda. Jika anda memiliki banyak kartu kredit, batasi jumlah anggaran untuk setiap kartu dan tulis dalam secarik kertas agar mudah dibaca.
4. Utamakan yang paling mahal
Prioritaskan membayar cicilan untuk kartu kredit dengan bunga tertinggi. Dengan demikian, setidaknya beban paling berat bisa anda tangani.
5. Hindari jebakan gesek tunai
Saat ini banyak toko yang menawarkan gesek tunai alias mengambil uang tunai dengan menggunakan kartu kredit. Sepintas cara ini tampak murah karena anda dikenai bunga belanja sebesar 3 persen. Bandingkan dengan cara cash advance di bank yang dikenai bunga lebih dari 4 persen. Namun dalam jangka panjang cara ini bakal menjerat anda dalam utang berantai: gali lubang tutup lubang.
2. Menguras kartu kredit
Sifat konsumtif memang harus dikikis. Sebab, jika tak terkendali Anda bisa terjebak dalam gunungan utang. Kartu kredit adalah salah satu instrumen utang yang sudah banyak membawa korban. Sebelum hal buruk menimpa Anda, pikirkan kembali saat hendak berbelanja dengan uang plastik ini.
[Tipas Belanja Efisien Ala Melissa]
3. Gagal mengatur belanja dan pendapatan
Peribahasa besar pasak daripada tiang memang klise. Tapi hal itu ternyata sulit diwujudkan di tengah gempuran berbagai merk barang-barang konsumsi. Karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli sesuatu pikirkan lagi manfaatnya. Apakah barang itu berguna atau malah menyebabkan pemborosan.
4. Salah memilih tempat tinggal
Pikirkan lagi, apakah lingkungan tempat tinggal sudah cocok dengan kondisi finansial Anda? Jika bertetangga dengan orang kaya, harap berhati-hati. Salah-salah kita akan terseret pada kecenderungan untuk konsumtif. Selain itu, jika tinggal di apartemen mewah, bersiaplah untuk dikenai biaya bulanan yang mahal.
[Waspadai Enam Kesalahan Ini Saat Investasi]
Plasadana.com - Bertransaksi di pasar keuangan yang bergeak cepat bukan berarti harus tergesa-gesa mengambil keputusan. Akibatnya, kebanyakan para pemain baru harus kehilangan dana, yang satu di antara penyebab utamanya adalah kurang perhitungan.
Berikut ini enam hal dasar yang bisa dihindari sejak dini.
1. Transaksi tanpa perencanaan
Pada bursa saham misalnya, masalahnya bukan sekadar menjual atau membeli. Namun harus lewat perencanaan, yang dimulai dengan riset tentang trend pasar pada saat akan masuk. Bagaimana kecenderungan umumnya?
Setelah itu perlu dibuat rencana, seandainya saham yang dibeli turun, kapan waktunya membatasi kerugian. Selanjutnya adalah disiplin terhadap semua perencanaan yang dibuat. Setiap perubahan harus memiliki alasan jelas.
2. Membiarkan kerugian berjalan dan menutup keuntungan terlalu cepat
Banyak juga para pemula yang hanya menonton saat investasinya sedang menurun, bingung mesti melakukan apa. Jangan biarkan terlalu lama, karena ada batas kerugian ketika harus memutuskan jual.
Begitu juga saat harganya naik. Karena secara emosi khawatir bakal turun lagi, kemudian menutup keuntungan terlalu cepat. Padahal masih ada potensi naik. Karena itu, tetaplah pada perencanaan, kecuali ada perkembangan lain yang harus mengambil keputusan di luar rencana.
3. Memburu kerugian
Pada kesalahan ini, sebagian besar akibat nafsu. Banyak yang ketika transaksi sedang turun, kemudian memburu kembali dengan harapan agar kerugian bisa segera tertutupi. Padahal, pasar sedang tidak bersahabat.
Ketika emosi sudah menguasai seperti ini, sebaiknya keluar dulu dari perdagangan. Konsolidasikan portofolio dan buat rencana baru untuk transaksi berikutnya.
4. Transaksi berlebihan
Lantaran senang dan merasa bergairah saat melakukan transaksi, akhirnya bisa terlena. Banyak pelaku di pasar yang transaksi berlebihan saat seperti itu, padahal tidak direncanakan.
Emosi seperti ini harus dikekang. Sebab transaksi berlebihan, itu bisa berarti menebar kerugian atau mengurangi keuntungan.
5. Bertaruh terlalu besar
Manajemen keuangan sebenarnya merupakan kunci sukses. Sebab banyak juga yang mencoba-coba bertaruh pada satu atau sedikit portofolio dengan harapan bisa untung besar dalam waktu singkat. Ini adalah soal hasrat yang berlebihan. Hati-hati, yang terjadi bisa amblas dalam waktu sebentar.
6. Merasa bisa sendiri
Jika muncul perasaan sudah bisa melakukan segalanya sendiri, bahkan mengaku punya insting perdangan baik, ini harus diwaspadai. Biasanya rasa hati-hati makin menipis, sehingga potensi kerugian atau kekalahan siap menerkam kapan saja.
Dari beberapa potensi kesalahan yang harus dihindari ini, terlihat bahwa secara umum, masalah utamanya terletak pada emosi. Bukan kemampuan teknikal. Karena itu, waspadailah.
5. Gagal menabung atau investasi
Jangan salah memilih dua hal ini. Dengan menabung, uang Anda aman tapi hanya mendapat sedikit bunga. Sedangkan investasi bisa menjadikan Anda orang kaya, tentu dengan resiko tinggi. Sebelum memutuskan dua hal ini, tanya ahli keuangan dan baca referensi tentang kondisi ekonomi makro. Berapa tingkat bunga yang berlaku dan berapa kecenderungan tingkat pengembalian investasi? Salah memilih fatal akibatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar