Daya Saing Konstruksi Indonesia Terus Menurun
Selasa, 25 September 2012 Ekonomi • Nasional
JAKARTA (Pos Kota)-Sekretaris Badan Pembinaan Konstruksi Indonesia (BP Konstruksi) Tri Djoko Waluyo mengakui dari data World Economic Forum, secara umum Global Competitiveness Index atau daya saing Indonesia di pasar global terus menurun tiap tahun.
“Hal ini terjadi akibat kebutuhan negara akan infrastruktur terus bertambah, namun perkembanganmya tidak naik secara signifikanm,” katanya di sela-sela Sosialiasi Konstruksi Indonesia 2012 terpadu, kemarin.
Menurut dia, tahun 2010 daya saing Indonesia berada di peringkat 44 dunia, lalu terjadi penurunan di tahun 2011 menjadi peringkat 46, kemudian turun lagi menjadi peringkat 50 tahun 2012.
Ketersediaan infrastruktur pendukung kegiatan ekonomi Indonesia memang masih kurang dibandingkan kebutuhan untuk masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Karen itulah rankingnya Indonesia menjadi rendah.
Bahkan menurut dia, di beberapa daerah infrastruktur yang tersedia cenderung minim dan terkesan terkonsentarsi di perkotaan besar saja. Padahal daya saing sumber daya manusia masyarakat Indonesia dalam bidang konstruksi tidak ada masalah dibandingkan jasa konstruksi dari negara lain.
Di lingkungan ASEAN, banyak pengusaha jasa konstruksi yang suka menggunakan sumber daya manusia dari Indonesia, seperti Singapura dan Malaysia. Hanya saja untuk luar Asean tenaga kerja Indonesia terkesan cengeng.
“Ketika bekerja orang Indonesia pinginnya sering-sering pulang kampung terus. Tidak seperti pekerja China yang betah berlama-lama di negeri orang.”
Agar sektor konstruksi Indonesia lebih berdairah Tri berharap pemerintah bisa lebih giat menarik banyak investor dari luar untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di Indoesia. Misalnya, dengan melakukan kerjasama join operation antara kontraktor asing dengan lokal mengingat adanya keterbatasan sumber daya yang ada. (faisal)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar