Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Sabtu, 13 September 2014

Marketing

Berikut 4 trik yang umumnya dipakai oleh tukang iklan:

Formula Situasi-Masalah-Solusi

Bila anda menyimak info komersial di TV biasa pada malam hari maupun copywriting yang ditulis oleh internet marketer, anda akan melihat pola yang sama muncul berulang kali. Pertama pembaca/penonton disuguhkan sebuah situasi yang membawa frustasi, masalah didefinisikan oleh pengiklan lalu penonton/pembaca perlahan2 dituntun pada solusi yang berupa produk yang dijual. Contoh: tidak ada waktu untuk berolah raga?? Ingin tampil sehat dan cantik?? Milikilah segera obat pelangsing XXX hanya dengan Rp999,999.99 dapat dicicil 12X!! Lihat contoh iklannya disini, lumayan buat hiburan =)

Untuk iklan apa? Yang harganya mahal, gak bakal orang cari/kepikiran untuk cari, terlalu aneh, susah laku di pasaran.

Memberi diskon dan membatasi waktu

“Buruan sebelum kehabisan!!” Marketer tahu betul kombinasi antara faktor pendorong (push factor), periode diskon yang terbatas, dan penarik (pull factor), potongan diskon itu sendiri, merupakan kombinasi yang mantap agar orang bergerak merogoh dompet.

Untuk iklan apa? Biasa dipakai pada event2 tertentu seperti  Natalan, hari Valentine, untuk meningkatkan penjualan dalam waktu yang singkat.

Beli 2 gratis 1

Menurut saya ini logika yang aneh. Menurut iklan itu pada dasarnya kita perlu membayar lebih untuk berhemat. Biasa orang terjebak karena mumpung dapat ‘gratis’ perkara tidak pakai urusan nanti, beli aja dulu buat jaga2.

Untuk iklan apa? Barang2 yang ‘turnover’-nya rendah, tidak laku terjual, jadi promosinya lebih untuk cuci gudang. Saya lihat kebanyakan barang2 pecah belah seperti mangkuk, cangkir, kadang baju juga termasuk kategori ini

Pencitraan gengsi/imej

Menurut saya pribadi ini taktik yang paling mematikan karena tidak kasat mata. Biasa melibatkan banyak tokoh model dan selebritis kondang. Pembeli tidak merasa ‘dibohongi’, malah merasa keren dan akal sehat sepertinya mati ketika memutuskan membeli berkat pencitraan yang didesign sedemikan rupa. Ambil contoh kasus nyata murid umur 17 tahun asal Cina yang menjual organ ginjal hanya karena ingin membeli ipad2, baca disini lengkapnya. Contoh lain pembantu teman saya yang rela ngutang gaji 3 bulan demi beli HP terbaru biar kalau pulang kampung terlihat sudah ‘sukses’ merantau. Banyak lagi contoh2 lainnya seperti menghabiskan gaji 3 bulan agar sanggup membeli tas bermerek. Sungguh tidak masuk akal.

Untuk iklan apa? Merek2 ‘high-end’ yang menggandalkan profit tidak pada tingginya volume penjualan tapi lebih pada segelintir konsumen yang loyal pada merek. Untuk barang2 ‘mid to lower end’ seperti elektronik yang marginnya tinggi atau barang yang sesungguhnya tidak baik seperti rokok.

Tidak ada komentar: