Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Minggu, 23 November 2014

Mengukur tekanan darah dengan tensimeter

Cara mengukur Tekanan darah
Lilitkan manset tensimeter pada lengan atas (kiri
atau kanan) di atas siku. Manset dililitkan pada
bagian ini karena di sana terdapat pembuluh
darah Arteri yang berasal langsung dari jantung.
Pembuluh ini terletak dekat di bawah kulit,
disebut juga Arteri Brachialis.
Upayakan tensimeter diletakkan setinggi/sejajar
jantung baik dalam posisi tidur maupun duduk/
berdiri. Tangan yang diperiksa dalam keadaan
rileks.
Tutuplah katup pengatur udara pada pompa
karet manset tensimeter dengan cara memutar
kekanan sampai habis.
Stetoskop dipasang pada telinga Anda, bagian
yang pipih (membrannya) ditempelkan pada
bagian dalam lipatan siku di sebelah bawah lilitan
manset.
Pompalah udara kedalam manset dengan cara
meremas pompa karet berulang-ulang sampai
tekanan menunjukkan/mencapai 140 mmHg.
Tekanan 140 mmHg ini atas dasar 20 mmHg di
atas tekanan sistole yang diperkirakan pada
orang dewasa normal (tidak menderita
hipertensi) yaitu 120 mmHg.
Manset yang dipompa menyebabkan tekanannya
meningkat dan menekan Arteri Brachialis
sehingga pada suatu saat (tekanan tertentu)
aliran darah pada Arteri Brachialis terhenti.
Dengarkan stetoskop yang telah dipasang pada
telinga, bila masih ada suara
duk..duk..duk..duk.., berarti Anda perlu
menaikkan lagi tekanan pada manset dengan
cara memompa pompa karet sedikit demi sedikit
sampai suara tersebut tak terdengar lagi. Apabila
yang diperiksa adalah penderita hipertensi, tentu
suara duk..duk itu masih terdengar setelah
tekanan mencapai 140 mmHg, maka naikkan lagi
20 mmHg dst secara bertahap hingga suara
hilang.
Buka katup pengatur udara dengan cara
memutar kekiri sedikit dengan penuh perasaan
agar udara dari manset keluar sedikit demi
sedikit sehingga aliran darah arteri Brachialis
mengalir kembali. Dengar dan awasi suara yang
timbul ketika katup manset dibuka, akan
terdengar suara duk-duk-duk.
Suara duk-duk-duk yang pertama kali Anda
dengar disebut juga suara KOROTKOW
( Korotkoff ).
Teruskan pengeluaran udara dari manset secara
perlahan maka tekanan manset turun bertahap,
suara duk-duk-duk terdengar semakin meredup
dan akhirnya tidak terdengar lagi.
Bagaimana menentukan tekanan sistole dan
diastole?
Fase I:
Perhatikan ketika Anda memompa manset sampai
suatu nilai tekanan (misal 140 mmHg) atau sampai
tidak terdengar suara duk..duk..duk.., maka
kegiatan memompa dihentikan. Ketika katup
pengatur udara dibuka sedikit, udara akan
dikeluarkan sedikit demi sedikit, maka tekanan
manset berkurang secara bertahap. Mendadak
akan terdengar suara yang jelas, pendek-pendek,
bersifat ketukan (tapping ) yang makin lama semakin
keras, suara ini dinamakan suara Korotkoff . Suara
ini terdengar selama tekanan manset diturunkan
10-14 mmHg.
Fase II:
Suara berubah menjadi bising (murmur) dan
kerasnya berkurang selama penurunan tekanan
15-20 mmHg.
Fase III:
Suara menjadi jelas kembali dan lebih keras selama
penurunan 5-7 mmHg berikutnya.
Fase IV:
Suara menjadi redup dan lemah dengan cepat
selama penurunan 5-6 mmHg berikutnya.
Fase V:
Suara mulai menghilang.
Catatan: Ingat dan catat suara yang pertama kali
terdengar (fase I) terjadi pada tekanan berapa?
itulah tekanan sistole. Suara yang menghilang (fase
V) berkorelasi dengan tekanan diastole pada orang
dewasa. Tekanan diastole pada anak-anak terjadi
pada fase IV. Juga pada waktu kerja fisik pada
orang dewasa, tekanan diastole terjadi pada awal
fase IV.
Lakukan pemeriksaan ini dua sampai tiga kali.
Selamat berlatih.
Bila Anda perlu mempelajari pengukuran tekanan
darah melalui penayangan audio visual, klik video di
bawah ini.
&">&
Video cara mengukur tekanan darah. (Sumber:
www.youtube.com )
Penulisan (pencatatan) hasil pemeriksaan tekanan
darah
Hasil pemeriksaan tekanan darah ditulis sebagai
berikut: tekanan diastole/tekanan sistole, dalam
satuan milimeter Air raksa (mm Hg).
Contoh: bila dari hasil pengukuran didapatkan
tekanan diastole 120 dan tekanan sistole 80, maka
penulisannya adalah 120/80 mm Hg.

Tidak ada komentar: