Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Senin, 08 Desember 2014

IQ

EBERAPA TINGKAT IQ
ANAK/SESEORANG:
A. Idiot IQ (0-29)
Idiot merupakan kelompok individu yang mengalami
keterbelakangan atau paling rendah. Mengalami
kesulitan berbicara, tidak dapat mengurus dirinya
sendiri seperti mandi, berpakaian, makan dan
sebagainya. Idiot tidak akan lepas dari bantuan
orang lain dalam memenuhi kebutuhannya. Rata-
rata perkembangan intelegensinya sama dengan
anak normal 2 tahun. Sering kali umurnya tidak
panjang, sebab selain intelegensinya rendah, juga
badannya kurang tahan terhadap penyakit.
B. Imbecile IQ (30-40)
Kelompok Anak imbecile setingkat lebih tinggi dari
pada anak idiot. Ia dapat belajar berbahasa, dapat
mengurus dirinya sendiri dengan pengawasan yang
teliti.Pada imbecile dapat diberikan latihan-latihan
ringan, namun dalam kehidupannya masih
bergantung pada orang lain. Kecerdasannya sama
dengan anak normal berumur 3 sampai 7
tahun.Anak-anak imbecile tidak dapat dididik di
sekolah biasa.
C.Moron atau Debil IQ / Mentally
retarted (50-69)
Padai tingkat tertentu golongan ini masih dapat
belajar membaca, menulis, dan membuat
perhitungan sederhana.Dapat diberikan pekerjaan
rutin tertentu yang tidak memerlukan perencanaan
dan dan pemecahan. Banyak anak-anak debil ini
mendapat pendidikan di sekolah-sekolah luar biasa.
D.Kelompok bodoh IQ dull/ bordeline
(70-79)
Kelompok ini berada diatas kelompok terbelakang
dan dibawah kelompok normal (sebagai batas)
.Walaupun masih bersusah payah oleh beberapa
hambatan, individu tersebut dapat melaksanakan
sekolah lanjutan pertama.Akan tetapi sukar sekali
untuk dapat menyelesaikan kelas-kelas terakhir di
SLTP.
E. Normal rendah (below avarage), IQ
80-89
Kelomok ini termasuk kelompok normal, rata-rata
atau sedang tapi pada tingkat terbawah, mereka
agak lambat dalam belajarnya, mereka dapat
menyelesaikan sekolah menengah tingkat pertama
tapi agak kesulitan untuk dapat menyelesaikan
tugas-tugas pada jenjang SLTA.
F. Normal sedang, IQ 90-109
Kelompok ini merupkan kelompok normal
kebanyakan, mereka merupakan kelompok IQ paling
besar presentasenya dalam populasi penduduk.
G. Normal tinggi (above average) IQ
110-119
Kelompok ini merupakan kelompok individu yang
normal, dan berada pada tingkat yang tinggi.
H. Cerdas (superior) ,IQ 120-129
Kelompok ini sangat berhasil dalam pekerjaan
sekolah/akademik. Mereka reringkali tedapat pada
kelas biasa. Pemimpin dikelas biasanya berasal
dari kelompok ini.
I. Sangat cerdas (very superior/ gifted)
IQ 130-139
Anak-anak very superior lebih cakap dalam
membaca, mempunyai pengetahuan yang sangat
baik tentang bilangan, perbendaharaan kata yang
luas, dan cepat memahami pengertian yang
abstrak. Pada umumnya, faktor kesehatan,
ketangkasan, dan kekuatan lebih menonjol
dibandingkan anak normal.
J. Genius IQ 140 >
Kelompok ini kemampuannya sangat luar biasa.
Mereka pada umumnya mempunyai kemampuan
untuk menyelesaikan masalah dan menemukan
sesuatu yang baru meskipun dia tidak besekolah.
Kelompok ini berada pada seluruh ras dan bangsa,
dalam semua tingkat ekonomi baik laki-laki maupun
perempuan. Contoh orang-orang genius adalah
seperti Edison dan Einstein.
Uraian diatas menjelaskan tentang tingkat
intelegensi dalam ukuran secara kognitif ,
pandangan lama menunjukkan bahwa kualitas
intelegensi atau kecerdasan yang tinggi dipandang
sebagai faktor yang mempengaruhi keberhasilan
individu dalam belajar dan meraih kesuksesan.

Prosentasi tingkatat IQ terhadap Populasi diseluruh
dunia
130+ – Sangat superior – 2.2%
120-129 – Superior – 6.7%
110-119 – Rata-rata plus – 16.1%
90-109 – Rata-rata – 50%
80-89 – Rata-rata minus – 16.1%
70-79 – Garis batas – 6.7%
Below 70 – Sangat rendah – 2.2%

MANA YANG LEBIH BERPENGARUH TERHADAP
KEBERHASILAN, IQ ATAU EQ
Namun dewasa ini ada banyak pandangan lain yang
menyatakan, bahwa faktor yang paling dominan
yang mempengaruhi keberhasilan individu dalam
hidupnya bukan semata-mata ditentukan oleh
tingginya kecerdasan intelektual, tapi oleh faktor
kemantapan emosional yang ahlinya yaitu Daniel
Goleman disebut EQ atau Emotional Intelegence
(kecerdasan emosinal).
Bedasarkan pengamatannya, banyak orang yang
gagal dalam hidupnya bukan karena kecerdasan
intelektualnya rendah, namun mereka kurang
memiliki kecerdasan emosional mekipun
intelegensinya berada pada yingkatan rata-rata.
Tidak edikit orang yang sukses dalamnya hidupnya
karena memilki kecerdasan emosional . Kecerdasan
emosional ini semakin perlu di pahami, dimilki dan
diperhatikan dalam pengembangannya karena
mengingat kehidupan dewasa ini semakin kompleks.
Kehidupan yang sangat kompleks ini memberikan
dampak yang sangat buruk terhadap konstelasi
kehidupan emosional individu.

Dalam hal ini Daniel Goleman mengemukakan hasil survei terhadap para
orang tua dan guru yang hasilnya bahwa ada
kecenderungan yang sama di seluruh dunia, yaitu
generasi sekarang banyak mengalami kesulitan
emosional daripada generasi sebelumnya, mereka
lebih kesepian dan pemurung, lebih bringasan dan
kurang menghargai sopan santun, lebih gugup dan
mudah cemas, lebih impulsif dan agresif.

Tidak ada komentar: