Pertama, jangan menyimpan uang tunai untuk jangka panjang. Kenyataannya, banyak orang takut atas volatilitas pasar dan membuat mereka menyimpan uang dalam bentuk tunai untuk jangka panjang. Menurut Buffet, menyimpan uang selama sehari, sepekan atau setahun dalam bentuk tunai jauh lebih berisiko.
Jadi, sebaiknya gunakan uangmu untuk diversifikasi ekuitas portfolio yang terbukti jauh tidak berisiko. “Inflasi bisa jauh lebih menghancurkan dibanding fluktuasi jangka pendek di pasar modal,” katanya. Sederhananya, cocokkan investasimu dengan kerangka waktumu.
Uang yang akan kamu butuhkan dalam lima tahun ke depan, simpan dalam bentuk tunai. Sedangkan untuk uang yang tidak kamu butuh dalam waktu dekat, investasikan dalam saham, bersama dengan obligasi.
Kedua, banyak orang tidak melakukan diversifikasi dan menempatkan uangnya dalam satu investasi saja atau satu saham saja, entah karena ia terlalu percaya pada perusahaan itu atau alasan lain. Sayangnya, langkah ini sangatlah berisiko.
Pastikan kamu memiliki setidaknya 30-50 saham individual (dengan tak lebih dari 15% di satu saham) dari berbagai industri atau pilih dana mutual yang mampu mendiversifikasi uangmu. Ketiga, jangan mencoba ‘memberi waktu’ pada pasar.
Kesalahan ini merupakan kesalahan investasi paling umum. Banyak orang bilang mereka tahu kapan pasar akan menurun dan menunggu hingga waktu tepat untuk investasi. Memang, pasar akan turun pada titik tertentu, sayangnya tak ada orang yang mengetahuinya secara tepat.
Sebaiknya, daripada menebak-nebak waktu yang tepat untuk investasi di pasar, Buffet menilai waktu dalam pasar jauh lebih berpengaruh. Misalnya ketika Buffet mengatakan bahwa pada abad 20, AS bertahan dari dua perang dunia dan trauma lain serta konflik militer yang mahal, depresi, resesi dan lainnya. Namun, Dow Jones naik dari 66 menjadi 11.497.
Keempat, kesalahan lain yang kerap dilakukan investor adalah, selain mencoba menebak waktu yang tepat di pasar, investor juga kerap mencoba mengalahkannya dengan melakukan perdagangan saham yang diyakini akan memiliki kinerja lebih baik dari pasar.
Jadi, daripada kamu terus berusaha mengalahkan pasar, sebaiknya batasi perdaganganmu dan pastikan portfoliomu sesuai dengan kerangka waktumu, toleransi ririsko atau beralih dari dana dengan biaya tinggi ke yang lebih rendah.
Kelima, kesalahan lain lagi adalah membayar manajer atau penasihat dengan sangat mahal. Beberapa broker memiliki biaya tambahan yang besar, bisa mencapai 5%-6% dari uang yang akan kamu investasikan. Kamu bisa meminimalisirnya dengan tetap berpegangan pada dana indeks.
Atau kamu bisa pula menggunakan dan alokasi aset dengan biaya rendah atau penasihat yang menetapkan tarif per jam, bulan atau tahunan dengan rata. Terakhir, jangan melakukan investasi dengan uang hasil berutang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar