Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Minggu, 24 Mei 2015

Cara pemerintah singkirkan kontraktor palsu


Sign In

HOME

Top StoriesLatest NewsPopularRecommendations

CHANNEL

NewsBisnisShowBizBolaHealthLifestylePhotoGlobalTeknoVideoOtomotifCitizen6TV

NETWORK

BintangBolaVidioLakuponHT ClubKarirBukalapakRumah

Explore

Trending Tags

#Berita BCA#Miliarder#Beras Plastik#Sudirman Said#Tiket Tambahan Kereta Api#Pertumbuhan Ekonomi RI#Rumah Murah#Program Sejuta Rumah#Harga Emas#Tips Bekerja

Live Streaming Schedule

Genoa vs Inter Milan

Minggu, 24 Mei 2015

1 Jam Lagi

Arsenal vs WBA

Minggu, 24 Mei 2015

21 Jam Lagi

Chelsea vs Sunderland

Minggu, 24 Mei 2015

21 Jam Lagi

Stoke City vs Liverpool

Minggu, 24 Mei 2015

21 Jam Lagi

LOAD MORE

Copyright © 2015 liputan6.com All Rights Reserved

Home Bisnis Energi & Tambang

Ini Cara Pemerintah Hindari Kontraktor Migas Abal-abal

By Pebrianto Eko Wicaksono on 22 Mei 2015 at 18:26 WIB

 Share  Comment

Ilustrasi Tambang Minyak 2 (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah telah memiliki cara untuk menghindari perusahaanmigas yang tidak berkompeten mendapatkan wilayah kerja migas. Bagaimana caranya?

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, untuk menghindari perusahaan migas abal-abal mendapat WK Migas adalah dengan memberikan  bonus tandatangan (signature bonus) sebesar US$ 1 juta atau surat utang ke pemerintah di awal sebelum melakukan eksplorasi.

"Dia harus tandatangan signature bonus US$ 1 juta, baik cash atau performance bond 30 hari kalau tidak bayar masuk kas negara, ini bentuk memagari perusahaan yang tidak serius," kata Wiratmaja saat menghadiri The 39 Th IPA Convention & Exebition, di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Amien Sunaryadi menambahkan, SKK Migas terus melakukan pengawasan kinerja Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) yang mengelola blok migas di Indonesia.

"SKK Miga memonitor masing-masing WK," ungkap Amien.

Terkait dengan penunjukan pemenang 12 WK migas yang baru saja diumumkan, Amien menjamin KKKS tersebut memiliki komitmen yang baik. Dari kontrak tersebut, negara mendapat US$ 13 juta dari bonus tandatangan.

"Kebetulan tadi tandatangan dari SKK Migas, mereka bagus-bagus diharapkan mereka melaksanakan komitmennya," tuturnya.  (Pew/Ndw)

Tidak ada komentar: