Philip Hartman menjadi seorang entrepreneur saat ia berusia baru 8 tahun. Itulah saat ia membangun bisnisnya sendiri.
Kini, siswa sekolah menengah pertama itu berusia 15 tahun. Ia menghabiskan banyak waktunya untuk kedua bisnisnya. Yang satu ialah sistem baru untuk menggabungkan serta optik yang lebih murah, lebih efisien dan lebih dapat diandalkan, sebuah penemuan yang membuat Philip menjadi jawara dalam ajang 2008 Young Inventor of the Year Award.
Bisnisnya yang lain adalah Steam Viper. Ini adalah perangkat yang mengeluarkan uap air ke kaca depan kendaraan dan mampu mencairkan kaca depan kendaraan yang membeku akibat cuaca dingin nan ekstrim dalam waktu cuma 15 detik.
Saat berwirausaha, keluarga dekatnya tidak memberikan reaksi terkejut. “Saya memiliki banyak bagian hidup. Saya bermain tenis dan juga bermain banjo. Di kelompok-kelompok ini, orang tidak tahu bahwa saya penemu dan entrepreneur.”
Ia pun merasa tergelitik saat orang di dalam kelompok-kelompom itu melihatnya di berita media massa. “Mereka terkejut karena mereka pikir saya mengerjakan sesuatu yang biasa dilakukan banyak orang.”
Bagi banyak orang, Steam Viper sungguh mengasyikkan. Semua orang mengetahui bagaimana rasanya mengendarai di jalan dan di kaca depan kendaraan ada banyak hewan kecil yang mengganggu pandangan.
Philip merencanakan dan mengatur bisnis kecilnya itu dengan kiat khusus nan simpel. Ia memang belum pernah mengikuti kursus ilmu bisnis atau ekonomi dan sejenisnya. Akan tetapi, ia selalu menggunakan intuisi bisnisnya yang tajam dan terasah sejak dini.
“Saya sudah membuat banyak rencana bisnis dan memiliki sejumlah konultan termasuk ayah saya,” aku sang pengusaha muda.
Namun demikian, ia mengakui bahwa cara terbaik untuk belajar bisnis dan entrepreneurship ialah melakukan sesuatu langsung di lapangan. Tanpa banyak berteori atau berbicara panjang lebar. Ia yakin terjun langsung menjadi alat belajar paling efektif, layaknya belajar berenang dengan menceburkan diri langsung ke kolam dangkal tanpa harus takut tenggelam.
“Saya banyak belajar. Kapan saja. Bahkan saya bisa belajar banyak hal-hal yang tidak diajarkan di ruang kelas,” Philip berkata terus terang.
Jika Anda mencintai entrepreneurship, ucap remaja ini, Anda harus mencoba melakukannya. “Lakukan apa yang Anda cintai, tetapi jika Anda tidak begitu suka dengan apa yang Anda kerjakan, maka Anda harus mendapatkan pekerjaan lain.”
Philip percaya saat seseorang memiliki passion tinggi dalam entrepreneurship dan niat tulus untuk memajukan dunia ke arah yang lebih baik lagi, ia akan berhasil pada akhirnya.
“Jika Anda hanya melakukan untuk uang, tidak akan sepenuhnya berhasil. Anda tidak akan bisa sukses dengan berpikir demikian,” tuturnya dengan nada yakin. (juniorbiz/ap)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar