Afriani Susanti - Okezone
JAKARTA - Soal yang sulit ditambah lagi dengan waktu yang terbatas membuat kita gugup dalam menyelesaikan ujian, termasuk tes kemampuan berbahasa Inggris IELTS. Hasilnya, skor yang kita dapatkan pun tidak maksimal.
Alumnus Universitas Pelita Harapan (UPH), Vinsensius Dicky Kangen sudah merasakan tekanan ujian IELTS tersebut. Menurutnya, persiapan dengan rutin berlatih adalah hal penting. Namun, ada trik tersendiri agar kita bisa mudah mengerjakan ujian IELTS.
"Pada bagian listening, biasanya soal dan jawaban selalu dibuat berurut. Jadi, kalau sudah menjawab satu soal, enggak usah dipikirkan lagi. Lagi pula, audionya akan terus berjalan dan kita harus segera konsentrasi dengan soal berikutnya," ungkap Vinsen kepada Okezone, di Pusdiklat BPK, Kalibata, belum lama ini.
Vinsen menilai, soal listening pada IELTS tidak terlalu sulit. Dia beralasan, intonasi para pembicaranya tidak begitu cepat walaupun berbicara dalam aksen British.
"Mengerjakan soal reading juga sama. Soalreading juga selalu berurutan dengan pembahasan dalam teks bacaan. Misalnya, soal nomor 10 sampai sekian, jawabannya pasti ada di tengah-tengah teks," ujarnya.
Trik lainnya, kata Vinsen, adalah dengan fokus pada soal dan jawaban terlebih dahulu. Berdasarkan pengalamannya, membaca keseluruhan naskah hanya akan membuang waktu. Dia pun kesulitan ketika harus kembali meneliti naskah ketika belum menemukan jawaban.
"Langsung ikuti saja pertanyaannya," imbuh Vinsen.
Berbagai trik tersebut mengantarkan Vinsen meraih nilai sempurna dalam ujian IELTS yakni delapan. Kemampuan bahasa Inggrisnya tersebut menjadi salah satu tiket yang membuatnya lolos dalam program beasiswa pascasarjana dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk menempuh studi di University College London.
(rfa)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar