SERANG (Pos Kota) – Dua petugas PJR Induk Serang Timur Bripka Novsel Sopian dan Brigadir Anjar Supriyanto mengamankan mopbil A 1879 AQ tak jauh dari gerbang Cikupa, Tol Tangerang – Merak, Selasa (8/0). Kendaraan curian itu ditinggal pelaku saat mogok menjelang gerbang tol.
Belakangan diketahui kendaraan mobil Avanza itu milik Widodo, 48, warga Serang. “Ternyata kendaraan itu dicuri Rabu (2/9) dari halaman rumah korban,” ungkap Kepala Induk PJR Serang Timur, Kompol Aditya Galayudha, Selasa (8/9).
Menurutnya, temuan kendaraan itu berawal ketika mobil curian ini mati mesin saat pengemudi akan membayar di tol gate 8 gerbang Cikupa. Petugas Pultol PT Marga Mandalasakti melihat seorang pria keluar dari kendaraan dan memberitahu kepada petugas pultol akan memberitahu rekannya.
“Setelah ditunggu selama 30 menit, ternyata pengemudi tak kunjung kembali,” ujarnya. “Karena pengemudi tak kunjung datang, petugas pultol kemudian melaporkan kejadian itu melalui pesawat radio.”
Mendapat laporan ada mobil mogok, lanjut Aditya, Bripka Novsel Sopian dan Brigadir Anjar Supriyanto yang kebetulan sedang patroli langsung mendatangi lokasi. “Petugas kami langsung melakukan cek fisik kendaraan. Diketahui, mesin tidak hidup dan tidak ada kunci kontak namun lubang kunci kontak dalam kondisi rusak,” lanjutnya.
Dicurigai mobil tersebut merupakan hasil kejahatan, petugas PJR langsung mengamankan kendaraan itu ke Markas PJR Induk Serang Timur, sementara petugas lainnya bergerak melakukan pencarian pelaku dengan menyisi lokasi pelaku kabur. Namun setelah dilakukan penyisiran pelaku tidak ditemukan.
“Setelah koordinasi, ternyata korban sudah melaporkan ke Mapolres Serang. Untuk proses selanjutnya, kendaraan tidak bisa saya serahkan kepada korban. Sesuai aturan hukuk kendaraan kita serahkan kepada penyidik,” terang Aditya didampingi Aiptu Ronald Pardede, penyidik reskrim Polres Serang.
Sementara itu, Cahyaningsih, 35, isteri Widodo menceritaan kendaraanya dicuri saat parkir di depan rumah. Korban sempat mengetahui dan berusaha mengejar saat pelaku membawa kabur mobilnya. “Ngejarnya pake kaki sambil teriak, mobil engga bisa ke kejar,” kata Cahyaningsih ditemui saat Kepala Induk PJR menyerahkan kendaraannya miliknya. (haryono)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar