Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Kamis, 15 Oktober 2015

Kursus Komputer Masih Paling Diminati

Kursus Komputer Masih Paling Diminati
Mon, 02/20/2012 - 07:00
Jakarta --- Direktur Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI) Wartanto mengungkapkan, jenis kursus yang paling populer di Indonesia masih didominasi kursus komputer dengan spesialisasi program animasi dan jaringan. Diikuti dengan kursus bahasa yang saat ini tidak hanya terbatas pada Bahasa Inggris, tetapi sudah ke Bahasa Mandarin, Korea, dan Jepang. “Bahasa-bahasa itu sekarang sedang menggeliat naik (peminatnya),” katanya ketika mendampingi Direktur Jenderal PAUDNI, Lydia Freyani Hawadi dalam jumpa pers, Jumat (17/02) di Kantor Kemdikbud, Jakarta.

Kursus tata kecantikan, menjahit, dan tata boga juga masih banyak dicari masyarakat sebagai pilihan keterampilan yang banyak dipelajari. Hal ini mengingat struktur penduduk Indonesia lebih dari 50 persennya adalah wanita. “Ambillah 10 persen dari jumlah tersebut berarti paling tidak sasaran pasarnya sudah 10 juta. Kursus tata kecantikan, termasuk rambut dan kulit memang masih besar,” jelas Wartanto.

Sementara itu, jenis kursus yang masih dalam kajian untuk diselenggarakan di Indonesia adalah kursus pilot dan pramugari. Hal ini mengingat tingginya pertumbuhan perjalanan penerbangan di Indonesia yang berkolerasi pada kebutuhan tenaga penerbang beserta awak pesawatnya. “Tetapi ini masih dalam kajian dan memang perlu dihitung secara hati-hati,” katanya.

Selain itu, jenis kursus yang tengah dikaji adalah kursus tenaga operasional alat berat dan kursus las dalam air. Menurut Wartanto, kedua kursus tersebut membutuhkan biaya investasi yang cukup tinggi. Kursus tenaga operasional alat berat, misalnya, membutuhkan pelatihan selama enam bulan dan menghabiskan lebih dari Rp 10 juta per orangnya. “Begitu pula dengan kursus las dalam air. Biaya investasinya lebih dari Rp 5 miliar. Tetapi, kebutuhan di lapangan untuk kedua pekerjaan tersebut sangat besar dan bergaji tinggi,” ujar Wartanto. (RA)

Tidak ada komentar: