Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Minggu, 22 November 2015

Pemerintah akan Perbanyak Pemandu Wisata Berbahasa Mandarin


Sabtu, 21 November 2015 | 22:12
AAA
Denpasar - Pemerintah akan memperbanyak guide berbahasa Mandarin untuk menangkap pasar wisatawan asal Tiongkok yang diperkirakan akan semakin meningkat. Kepala Bidang Wisata Pengenalan, Kementerian Pariwisata, Taufik Nurhidayat, menyebutkan prediksi kebutuhan akan guide berbahasa Mandarin itu akan terus meningkat.
"Pasar Tiongkok sedang menjadi fokus kami. Secara nasional, wisatawan terbanyak datang dari Singapura, kedua Malaysia, diikuti Australia dan Tiongkok. Di Bali, Tiongkok menempati urutan ketiga di bawah Australia dan Eropa," jelasnya di Pecatu, Bali, Sabtu (21/11).
Berdasarkan data yang ada, tahun lalu ada 600.000 pengunjung asal Tiongkok yang datang ke Bali. Tahun ini ditargetkan mencapai 750.000 orang. Sedangkan secara nasional ditargetkan satu juta pengunjung. Tahun depan ditargetkan datang dua juta pengunjung asal Tiongkok ke Indonesia.
Seiring dengan banyaknya pengunjung asal Tiongkok, maka kebutuhan guide berbahasa Mandarin akan meningkat pula. Sammy Kurniawan, guide berbahasa Mandarin dari Jakarta menyebutkan jika saat ini diperkirakan ada 1.000 guide berbahasa Mandarin di Bali. Untuk Jakarta ada sekitar 60 orang, Yogyakarta delapan orang, dan Semarang satu orang.
"Untuk Bali dan Jakarta sebenarnya kita terbantu, karena beberapa tempat wisata sudah mempersiapkan maraknya turis asal Tiongkok. Mulai dari manajer hingga pelayannya, pandai berbahasa Mandarin, meskipuin mereka bukan keturunan," ujarnya.
Peran guide ini sangat penting karena menjadi ujung tombak pelayanan terhadap wisatawan. Menurut Taufik, salah satu masukan yang diterima dari para wisatawan Tiongkok adalah minimnya guide berbahasa Mandarin, sehingga pemerintah akan terus berupaya menambah sesuai kebutuhan.

Kurniadi/YUD

Tidak ada komentar: