by Billy Banggawan
Smart Money30 Nov 2015
Tak orang yang tak ingin punya banyak uang. Namun, kadang orang tak punya strategi untuk mewujudkan keinginannya tersebut. Miliarder pertama di Amerika Serikat (AS), John D Rockefeller mengatakan, “Bila tujuan utamamu adalah menjadi kaya, kamu tak akan pernah bisa kaya”.
John punya alasannya. Bila kamu hanya memikirkan cara mendapat uang, tak peduli seberapa banyak uang yang kamu dapat, kamu tak akan pernah merasa puas. Meski semua orang punya cara mengartikan kesuksesannya masing-masing, sebagian besar akan memasukkan faktor kaya dalam perhitungannya.
Kuncinya terletak pada imbal pajak. Bila kamu ingin kaya, ada data menarik yang bisa kamu lihat dari 400 Individual Tax Returns Reporting The Largest Adjusted Gross Income. Dari semua orang kaya yang ada, diketahui bahwa 8,6% menjadi kaya berkat gaji saja.
Kemudian seperti dilaporkan Inc, sebanyak 6,6% menjadi kaya berkat bunga yang diberikan atas investasi atau tabungan, 13% menjadi kaya berkat dividen, 19,9% kaya berkat kemitraan dan korporasi dan 45,8% menjadi kaya berkat Capital Gains.
Kesimpulannya adalah, bekerja hanya untuk mendapat gaji tak akan membuatmu kaya. Kemudian, hanya membuat investasi demi ‘pendapatan’ yang aman juga tak akan membuatmu kaya. Begitu pula bila hanya mengandalkan pada investasi pada perusahaan besar saja.
Namun, memiliki bisnis sendiri, entah dengan kemitraan atau lainnya, bisa membuatmu memiliki dasar kekayaan yang kuat, meski kamu juga tak tahu bila di masa depan bisa terjadi penurunan tajam keuangan.
Jelas sekali, menjadi kaya merupakan hasil perhitungan dari investasi diri, ambil risiko, melakukan banyak hal kecil dengan benar dan melakukan hal besar dengan benar pula. Harapannya, dengan menyelesaikan tujuan lain di saat bersamaan bisa membuatmu kaya.
Sumber kekayaan
Potensi
Gaji
8,6%
Bunga investasi
6,6%
Dividen
13%
Kemitraan & korporasi
19,9%
Capital gain
45,8%

Tidak ada komentar:
Posting Komentar