Masa Tanam dan Panen Jadi Alasan Ekonomi RI Tak Sentuh 5%
04/05/2016 14:12
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2016 sebesar 4,92 persen. Capaian ini lebih baik bila dibandingkan triwulan I-2015 sebesar 4,71 persen.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Suharyanto menuturkan, capaian pertumbuhan ekonomi triwulan I-2016 mestinya masih bisa melaju lebih kencang. Dirinya mengungkapkan ada hal-hal di luar dugaan yang membuat pertumbuhan ekonomi di triwulan I-2016 tidak mencapai 5 persen.
"Pertama yang sangat krusial itu adalah sektor pertanian. Kalau kalian lihat pertanian itu biasanya tumbuh 4,03 persen di triwulan I 2015, sekarang hanya 1,85 persen. Kalian mesti ingat kontribusi pertanian untuk pertumbuhan ekonomi cukup signifikan sebesar 14 persen. Gede sekali kan," tutur Suharyanto di Kantor BPS Pusat, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
"Menurunya pertumbuhan di sektor pertanian menggeret ke bawah pertumbuhan ekonomi triwulan I 2016. Kalau saja kondisi pertanian sama dengan kuartal pertama 2015 akan tercapai itu (pertumbuhan ekonomi triwulan I 2016 sebesar 5 persen)," sambungnya.
Suharyanto menjelaskan, sektor pertanian mengalami penurunan karena ada pergeseran musim tanam dan panen biasanya Januari bergeser ke bulan April. Produksinya menurun hingga 5 persen.
"Tapi karena ada pergeseran itu, saya berharap di triwulan II untuk pertania meningkat. Karena sudah ada simpanan tanaman dan panen di bulan April," tuturnya.
Dirinya menambahkan, banyak pengamat tidak memperhitungkan sektor pertanian itu menurun drastis bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar