1. Menangis saat memotong bawang
Penyebab: Ketika kita memotong bawang, kita merobek lapisannya dan mengeluarkan enzim yang memproduksi gas bernama sulfoksida propanethial. Saat gas ini mengenai mata akan bereaksi dengan air mata untuk memproduksi asam sulfur. Dan hal itu sangat menyakitkan. Lalu, otak mengirimkan sinyal kepada kelenjar air mata agar memproduksi lebih banyak cairan untuk 'menyiram' gas tadi. Semakin banyak lapisan bawang yang kita potong, semakin banyak gas yang diproduksi sehingga air mata yang keluar juga lebih banyak.
"Reaksi kimia pada bawang merupakan mekanisme pertahanan yang berevolusi untuk mengusir hama," kata Irwin Goldman, profesor holtikultura dari University of Wisconsin-Madison.
Cara mengatasinya: Hindari rasa perih dan tangisan di mata dengan mendinginkan bawang di freezer sebelum memotongnya. Temperatur dingin membuat bawang mengeluarkan enzimnya secara perlahan. Konsentrasi enzim tertinggi berada pada bagian bawahnya, jadi potong bagian tersebut di paling akhir untuk menunda rasa perih di mata selama mungkin. Atau, kamu juga bisa menggunakan kacamata saat memotong bawang.
2. Tersentak saat tidur
Penyebab: Kita semua pasti pernah tersentak dan terkejut ketika kita baru saja terhanyut dalam tidur. Kondisi tersebut sering disebut dengan hypnagogic jerks. Menurut Jason Ellis, dokter sekaligus Direktur Northumbria Centre for Sleep Research, kondisi tersebut hanya bagian dari proses sadar menuju terlelap.
"Saat semua bagian tubuh tenang, otot dan tulang terkadang berkontraksi dengan cepat sehingga menghasilkan efek 'lompat' dan terkejut," kata Jason. Hal itu dapat terjadi di satu atau beberapa bagian tubuh dan hanya beberapa detik. Stres, jumlah kafein yang banyak dan olahraga berat sebelum tidur bisa membuat kita tersentak dalam tidur lebih sering.
Cara mengatasinya: Beralih ke kopi bebas kafein dan berolahraga saat memulai hari bukan saat mau tidur. Mengonsumsi pisang sebelum tidur juga dikatakan dapat melancarkan transisi dari bangun ke tidur sehingga mencegah sentakan dalam tidur.
3. Cegukan
Penyebab: Len Fisher, seorang profesor sekaligus pengarang buku The Science of Everyday Life, mengatakan cegukan terjadi karena kegagalan kita untuk menarik napas. Cegukan juga biasanya terjadi ketika kita minum terlalu cepat atau berusaha makan dan menarik napas secara bersamaan. Hal itu menyebabkan diafragma dan otot dada berkontraksi sehingga memicu penghirupan napas yang tak terkendali. Udara yang kita hirup nantinya tidak bisa sampai ke paru-paru (seperti layaknya napas biasa kita) karena kejang otot telah menutup saluran pernapasan sehingga kita jadi cegukan.
Cara mengatasinya: Sama seperti bersin, cegukan merupakan tindakan refleks dan sulit dikontrol. Meskipun begitu, tetap ada cara mengatasinya. Cobalah tahan napas beberapa detik. Hal itu bisa meningkatkan jumlah karbondioksida yang membantu mengatur pernapasan. Pada kejadian tertentu, cegukan merupakan tanda penyakit seperti laryngitis atau tumor leher.
4. Merinding (goose-bumps)
Penyebab: Merinding biasanya muncul ketika kita merasa kedinginan atau sedang takut. Otot kecil yang berada di bawah bulu-bulu tubuh berkontraksi dan bersama-sama mereka muncul seperti benjolan kecil di atas daging. Penyebab merinding adalah kedinginan, terancam
Cara mengatasinya: memakai pakaian tebal ketika udara dingin. Hindari menonton film horor kalau memang belum siap dibikin merinding.
5. Kesemutan
Penyebab: Banyak dari kita yang mengalami kesemutan setelah duduk lama dengan posisi yang sama. Atau ketika berbaring di atas lengan selama tidur. Sensasi geli yang tidak nyaman itu disebut paraesthesia yang disebabkan oleh kurangnya asupan darah dan adanya tekanan pada urat-urat. Hasilnya, urat-urat itu kekurangan darah sehingga mengirimkan sinyal ke otak. Kesemutan juga dapat terjadi ketika kita membentur ulna (tulang hasta) di siku. Urat tulang tersebut hancur sementara dan efek kesemutannya terasa amat nyeri.
Cara mengatasinya: Kesemutan biasanya terjadi hanya sementara dan akan hilang ketika tekanan di tubuh hilang. Cobalah mengusap area yang kesemutan dan menggoyang-goyangkan jari kaki agar sirkulasi darah berjalan lancar.
6. Bersin
Banyak hal yang bisa menjadi penyebab bersin. Beberapa pemicu ini mungkin mudah dikenali dan dihindari. Misalnya, paparan debu, rempah-rempat berbau tajam (lada, merica, bubuk cabai), makanan pedas, serbuk sari, parfum menyengat, cuaca dingin, atau butiran tepung terigu.
Bersin juga bisa disebabkan oleh reaksi alergi terhadap sesuatu. Oleh karena itu, cari tahu dan ketahui apa yang menyebabkan Anda bersin terus-terusan. Hal ini dapat membantu Anda untuk menghindarinya agar tidak bersin-bersin.
Jika disebabkan oleh alergi, minum obat antialergi. Obat-obatan yang mungkin bisa digunakan termasuk antihistamin atau semprot hidung. Beberapa orang yang mengalami reaksi lebih parah mungkin memerlukan obat resep atau suntikan alergi untuk mencegah atau mengurangi efeknya.
Cara mengatasi bersin yaitu memakai masker pelindung hidung, menggelitik langit-langit mulut dengan lidah, minum vitamin C, ganti bantal & sprei tiap bulan, minum air putih, hindari tempat berdebu, hindari asap, mengunyah jahe/bawang putih/merica hitam/peppermint. Sumber : hellosehat.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar