Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Sabtu, 17 Agustus 2019

Ketrampilan bertanya

Jenis – Jenis Pertanyaan
Peningkatan ketrampilan bertanya menyangkut isi pertanyaan akan tertuju kepada proses mental, atau lebih tepatnya proses berpikir, yang diharapkan terjadi dalam diri murid. Pertanyaan yang hanya mengharpakan murid mengingat fakta atau informasi saja akan mengakibatkan proses berpikir yang lebih rendah pada menjawab pertanyaan, namun pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan jawaban di mana jawaban tersebut harus diorganisasi atau disusun dari fakta-fakta atau informasi sebelumnya membutuhkan proses yang lebih tinggi dan kompleks. Oleh karena itu, aspek isi dari pertanyaan akan bersangkut paut dengan jenis-jenis pertanyaan itu.
Terdapat beberapa cara untuk menggolong-golongkan jenis-jenis pertanyaan. Dalam hal ini, penggolongan itu terdiri atas jenis-jenis pertanyaan menurut maksudnya, jenis-jenis pertanyaan menurut taksonomi Bloom, dan jenis pertanyaan menurut luas-sempitnya pertanyaan.
1. Jenis – Jenis Pertanyaan menurut Maksudnya
a. Pertanyaan Permintaan (Compliance Question)
Yang dimaksud pertanyaan permintaan ialah pertanyaan yang mengharapkan agar murid mematuhi perintah yang diucapkan dalam bentuk pertanyaan.
Contoh :
Dapatkah kamu tengang, agar keterangan saya ini dapat didengar oleh semua murid dalam kelas ini?
Amin; maukah kamu menutupkan jendela yang disebelah sana itu?
b. Pertanyaan Retoris (Rhetorical Question)
Yang dimaksud dengan pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban, melainkan akan dijawab sendiri oleh guru. Hal itu diucapkan karena merupakan teknik penyampaian informasi kepada murid.
Contoh :
Guru : mengapa beriman kepada malaikat akan berdampak positif bagi kehidupan kita sehari – hari?
Karena dengan mengingat adanya malaikat kita akan menyadari bajwa kehidupan di dunia ini ternyata ada yang mengawasi setiap perbuatan kita.
c. Pertanyaan mengarahkan / menuntut (Prompting Question)
Yang dimaksud pertanyaan mengarahkan / menuntut adalah pertanyaan yang diajukan untuk member arak kepada murid dalam proses berpikirnya. Dalam proses belajar mengajar, kedang – kadang guru harus mengajukan sesuatu pertanyaan yang mengakibatkan siswa memerhatikan dengan seksama bagian tertentu (biasanya pokok inti pelajaran) dari sesuatu bahan pelajaran yang rumit. Dari segi lain, apabila murid tak dapat menjawab sesuatu pertanyaan atau salah memberikan jawaban, guru mengajukan pertanyaan lanjutan yang akan mengarahkan / menuntun proses berpikir dari murid; dan akhirnya dapat menemukan jawaban dari pertanyaan yang pertama tadi (catatan; tentang hal ini, baca selanjutnya pada bagian teknik menuntun)
d. Pertanyaan Menggali (Probing question)
Yang dimaksud pertanyaan menggali adalah pertanyaan lanjutan yang akan mendorong murid untuk lebih mengalami jawabannya terhadap pertanyaan sebelumnya. Dengan pertanyaan menggali ini, murid di dorong untuk meningkatkan kualitas ataupun kuantitas jawaban yang telah di berikan pada pertanyaan sebelumnya (catatan : tentang hal ini, baca selanjutnya pada bagian teknik menggali).
2. Jenis – jenis pertanyaan menurut Taksonomi Bloom
a. Pertanyaan Pengetahuan (Precall atau Ledge Question)
Pertanyaan Pengetahuan ialah yang hanya mengharapkan jawaban yang sifatnya hafalan atau ingatan terhadap apa yang telah dipelajari murid, dalam hal ini murid tidak diminta pendapatnya atau penilainnya terhadap suatu problema atau persoalan. Kata – kata yang disering dgunakan dalam menyusun pertanyaan pengetahuan ini biasanya adalah apa, di mana, kapan, siapa atau sebutkan.
Contoh :
– Siapa presiden Republik Indonesia yang ke 11 ?
– Apa nama ibokota Negara Amerika Serikat ?
– Sebutkan Lima syarat utama menjadi iman ?
– Apa yang dimaksud dengan rukun ?
– Sebutkan 4 pertanyaan politik ayang dikeluarkan oleh Majelis Islam Tinggi terhadap penjajahan jepang ?
b. Pertanyaan Pemahaman (Comperhension Question)
Pertanyaan ini menuntut murid untk menjawab pertanyaan dengan jelas mengorganisasi informasi – informasi yang pernah diterimanya dengan kata – kata sendiri atau menginterprestasikan / membaca informasi yang dilukiskan melalui grafik atau kurva atau dengan memperbandingkan / membeda – bedakan. Kata-kata yang sering digunakan untuk menyusun pemahaman adalah :
– Jelaskan / uraikan dengan kata – katamu sendiri……
– Bandingkan ………………
Contoh :
– Jelaskan dengan kata – kata mu sendiri tentang manfaat micro teaching !
– Jelaskan secara ringkas tentang
Sunan gunung jati
Sunan kalijaga
Sunan muria
– Jelaskan apa yang dimaksud dengan hak dan kewajiban !
– Uraikan tata cara shalat di atas kendaraan seperti kereta api, mobil, dan sebagainya!
– Manfaat apa yang dapat diperoleh dari shalat berjamaah ?
c. Pertanyaan Penerapan (Aplication Question)
Pertanyaan penerapan / aplikasi ialah pertanyaan yang menuntut murid untuk memberikan jawaban tunggal dengan cara menerapakan; pengetahuan, informasi, aturan – aturan, criteria dan lain – lain yang pernah diterimanya pada suatu kasus atau kejadian yang sesungguhnya.
Contoh:
– Seorang makmum datang terlambat. Ketika ia tiba di masjid, imam hampir selesai membaca surat pada rakaat pertama. Apa yang harus dilakukan makmum tersebut?
– Tuliskan bacaan sujud sahwi !
– Tunjukan bukti bahwa islam sangat memerhatikan kebersihan !
d. Pertanyaan analisis ( analysis question )
Pertanyaan analisis ialah pertanyaan yang menuntut murid untuk menemukan jawaban dengan cara:
– Mengidentifikasikan motif masalah yang ditampilkan,
– Mencari bukti – bukti atau kejadian – kajadian yang menunjang suatu kesimpulan atau generalisasi yang ditampilkan.
– Menarik kesimpulan berdasarkan informasi – informasi yang ada atau membuat generalisasi dari atau berdasarkan informasi yang ada.
Contoh :
– Identikasi motif
Mengapa orang – orang yang tergolong muklisin lebih digoda setan daripada orang – orang yang tidak tergolong mukhlisin?
– Menganalisis kesimpulan / generalisasi (mencari bukti / kejadian yang menunjang kesimpulan / generalisasi yang ditampilkan)
Berbagai kegiatan usaha yang termasuk dalam praktik riba saat ini banyak sekali dilakukan. Dapatkah kamu menunjukan buktinya ?
– Menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang ada.
Setelah kita membicarakan system perbankan di Indonesia, kesimpulan apa yang dapat kita tarik dari system tersebut?
e. Pertanyaan Sintesis (Synthesis Question )
Ciri dari pertanyaan ini ialah jawabannya yang benar dan tidak tunggal, melainkan lebih dari satu dan menghendaki murid untuk mengemabangkan potensi sintesis menuntut murid untuk :
– Membuat ramalan / prediksi
Apa yang terjadi bila penduduk Indonesia dibatasi besarnya belanja per hari?
– Memecahkan masalah berdasarkan imajinasi
Bayangkan anda seolah – olah hidup di zaman Nabi Muhammad SAW. Apa yang akan Anda lakukan berkaitan dengan penyebaran islam ?
– Mencari komunikasi
Susunlah suatu karangan pendek yang menggambarkan kehidupan keagamaan di desamu!
f. Pertanyaan Evaluasi ( Evaluasi Question )
Pertanyaan Semacam ini menghendaki murid untuk menjawabnya dengan cara memberikan penilaian atau pendapatnya terhadap suatu isu yang ditampilkan.
Contoh :
– Menurut pendapatmu, nama yang lebih tepat dan murah dalam pemerataan kesemapatan belajar, SD Inpres atau sekolah terbuka ?
– Bagaimana penilianmu tentang bunga bank?
3. Jenis – jenis pertanyaan menurut Luas Sempitnya Sasaran
a. Pertanyaan Sempit ( Narrow Question )
Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang tertutup ( Convergent yang biasanya kunci jawabannya telah tersedia.
1) Pertanyaan sempit informasi
Pertanyaan semacam ini menuntut murid untuk mengingat atau menghafal informasi yang ada. Pertanyaan ini sangat berguna bila kepada murid duntut meghafalkan hal – hal / informasi/rumus – rumus yang senantiasa digunakan didalam masyarakat secara hafal di luar kepala.
Contoh :
– Sebutkan empat bentuk pengabdian kita kepada orang tua!
– Kapan imam harus menyaringkan bacaan shalat pada saat shalat subuh?
– Sebutkan dampak negatif bersifat boros ?
2) Pertanyaan sempit memusat
Pertanyaan ini menuntut murid agar mengembangkan idea tau jawabannya dengan cara menuntunnya melalui petunjuk tertentu. Pertanyaaan ini bermanfaat bila guru menghendakimurid membedakan, mengasosiasikan, menjelaskan, dan lain – lain masalah yang ditampilkan.
Contoh :
– Bagaimana dapat dibuktikan bentuk konkret dari janji Allah untuk menjaga Al – Quran ?
– Dengan cara bagaimana agar konsep gotong royong dapat dengan mudah dimengerti oleh murid?
b. Pertanyaan Luas ( Broad Question )
Ciri pertanyaan ini adalah jawabannya yang mungkin lebih dari satu, sebab pertanyaan ini belum mempunyai jawaban yang spesifik, sehingga masih bersifat terbuka.
1) Pertanyaan Luas terbuka ( open and question )
Pertanyaan ini member kesempatan kepada murid untuk mencari jawabannya menurut cara dan gayanya masing – masing.
Contoh :
– Bila datanya begini, ramalkan kemungkinan – kemungkinan yang bakal terjadi.
– Bagaimana cara menanggulangi peningkatan kriminalitas di kota ini ?
2) Pertanyaan Luas menilai ( valving question )
Pertanyaan ini meminta murid untuk mengadakan penilaian terhadap aspek kognitif maupun sikap. Pertanyaan ini lebih efektif bila guru menghendaki murid untuk:
– Merumuskan pendapat
– Menentukan sikap
– Tukar menukar pendapat / perasaan terhadap suatu isu yang di tampilkan
Contoh :
– Bagaimana pendapatmu tentang jalannya pertandingan sepak bola ?
– Mengapa kamu katakan pada waktu pagi lebih baik berjalan – jalan dari pada melamun?
– Bagaimana pendapatnya tentang suatu isu di masyarakat ?

C. Komponen Keterampilan Bertanya
Suatu pertanyaan yang baik bisa di tinjau dari cara menyajikannya kepada muris tidak tepat ( umpanya tidak jelas dalam menyampaikannya), akan mengakibatkan tidak tercapainya tujuan yang dikehendaki. Oleh karena itu, aspek teknik pertanyaan harus pula dipahami dan dilatih, agar guru dapat menggunakan pertanyaan secara efektif dalam proses belajar mengajarnya. Factor – factor yang harus diperhatikan dalam mengajukan pertanyaan antara lain adalah antara lain adalah berikut ini.
1. Kejelasan dan Kaitan Pertanyaan
Harap diusahakan agar pertanyaan yang dikemukakan itu jelas maksudnya, serta tampak benar kaitannya antara lain pikiran satu dengan yang lainnya. Usahakan tidak diselingi oleh kata – kata sisipan yangn bersifat menggangu, misalnya : ee, em, er, anu dan lain – lain. Berikut ini di sajikan contoh pertanyaan yang tidak jelas maksud serta kaitannya.
Guru :
Nah, anak – anak sekarang akan, eh eh saya maksud siapa yang akan menjawab, em dapat menyebutkan, eh dapat memberikan alasan mana, yang lebih baik menggunakan kail atau membeli tombak untuk mendapatkan ikan di laut ?
Pertanyaan tersebut dikatakan tidak jelas maksudnya, karena menggambarkan jalan pikiran yang belum terkonsolidasi dan bagaimana kaintannya antara menggunakan kail dan membeli tombak. Pertanyaan tersebut semestinya sebagai berikut :
Guru :
Nah anak – anak, bagaimana menurut pendapatmu manakah yang lebih baik menggunakan kail atau tombak untuk memperoleh ikan di laut ?
2. Kecepatan dan Selang Waktu ( Pause )
Kecepatan menyampaikan tergantung pada jenis pertanyaan itu sendiri. Pada umumnya, guru – guru muda (belum berpengalaman) cenderung banyak melontarkan pertanyaan daripada menerima jawaban, dan pertanyaan – pertanyaanya diucapkan dengan cepat tanpa diselingi pause untuk member kesempatan murid berpikir.
Berikut ini disajikan semacam “resep” menyampikan pertanyaan :
• Usahakan dalam menyampaikan pertanyaan dengan ucapan yang jelas serta tidak tergesa – gesa. Pertanyaan yang diucapkan dengan cepat dan tergesa – gesa akan membuat murid tidak mengerti.
• Begitu pertanyaan selesai diucapkan, berhentilah sejenak untuk memberikan kesempatan berpikir kepada murid, memonitor keadaan kelas, apakah sudah ada yang siap mengajukan jawaban atau tidak.
Murid yang sudah siap untuk mengajukan jawaban biasanya gerak – geraknya dapat ditandai :
• Menggeserkan duduknya agak maju dengan setengah mulut setengah terbuka siap mengucapkan sesuatu
• Menengadahkan wajah dengan pandangan mata yang agak lebar.
• Mengacungkan tangan bahkan ada yang sampai berdiri.
Berikan waktu sejenak (1-5 detik ) kepada murid untuk berpikir dalam rangka menemukan jawabannya. Pemberian waktu untuk memberikan kesempatan berpikir pada murid itu ada efek positifnya, misalnya :
• Murid dapat memberikan jawaban lebih panjang dan lengkap
• Jawaban murid lebih analistis, sintetis, dan kreatif
• Murid akan akan merasa yakin akan jawabannya
• Partisipasi murid meningkat
3. Arah dan distribusi penunjukan ( Penyeberan )
Pertanyaan yang diajukan seharusnya kepada seluruh murid, sehingga seluruh murid didorong untuk berusaha menentukan jawabannya. Hanya dalam keadaan tertentu, umpamanya untuk menarik pemusatan perhatian seorang siswa, pertanyaan dapat langsung ditujukan kepada murid. Sesudah pertanyaan diajukan kepada seluruh siswa kelas, serta memberikan waktu secukupnyakepada murid – murid untuk berpikir, barulah ditunjuk seseorang untuk menjawabnya. Hal ini menyangkut pemerataan distribusi kesempatan untuk menjawab pertanyaan.
Dalam mengajukan pertanyaan pada murid, guru harus memerhatikan system distribusinya, yaitu berusaha agar pertanyaan itu didistribusikan secara merata ke seluruh kelas. Hal ini berhubungan dengan sifat pemalu atau kurang berani yang ada pada murid. Murid pemalu biasanya cenderung segan menampilkan jawabannya secara sukarela.
4. Teknik Penguatan
Pemakaian yang tepat dari teknik penguatan ini akan menimbulkan sikap yang positif bagi murid serta meningkatkan partisipasi murid dalam dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga memungkinkan pencapaian prestasi belajar yang tinggi ( selanjutnya perhatikan bahasan tentang reinforcement )
5. Teknik Menuntun (Promping)
Prompting questions dapat digunakan sebagai teknik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas jawaban murid. Pertanyaan ini bermaksud untuk menuntun murid agar isinya dapat menemukan jawaban yang lebih benar.
Contoh :
Guru :
Pada pertemuan yang lalu kita telah belajar tentang hidup hemat, khususnya peran hidup hemat dalam kehidupan. Coba kamu, Habib, menurutmu dengan cara apa dapat di lakukan hidup hemat?
Menunjukan ekspresi berpikir
Guru :
Silahkan ditinjau dari cara penggunaan harta/uang!
6. Teknik menggali (probing Question)
Probing question adalah pertanyaan yang bersifat menggali untuk mendapatkan jawaban lebih lanjut dari murid guna mengembangkan kualitas jawaban yang pertama sehingga yang berikutnya lebih jelas, akurat serta lebih beralasan.
Contoh :
Guru :
Setelah kemarin kita bersama – sama membagi zakat yang terkumpul di sekolah ini, bagaimana menurutmu pendapatmu Nisa?
Murid :
Sangat menarik, Pak?
Guru :
Factor apa yang menarik ?
7. Pemusatan ( Focussing )
Teknik ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan yang ruang lingkupnya luas, kemudian dilanjutkanke pertanyaan yang lebih khusus.
Contoh :
“ meliputi jenis apa shalat sunnat itu “? (pertanyaan luas) kemudian dilanjutkan ke pertanyaan sempit.
“kapan dilakukan shalat sunnah rawatib?”
8. Pindah Gilir ( Re – Directing )
Teknik pindah gilir digunakan untuk mengundang partisipasi semua anak. Untuk itu, teknik ini dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan ke seluruh kelas, kemudian memilih siswa tertentu, dan dilanjutkan ke siswa yang lain.
Contoh :
Sebutkan fungsi air bagi manusia? Diam sejenak, kemudian menunjuk siswa untuk menjawab dengan jawaban yang lain lagi.
Dalam menggunkan teknik pindah gilir, diusahakan tidak menunjuk anak secara berurutan sesuai dengan urutan duduk maupun urutan yang ada dalam absensi.
(Diambil dari Strategi dan Metode Pengajaran, oleh  Marno dan Idris)

Tidak ada komentar: