Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Kamis, 25 September 2014

Panen raya potensi molor, Bulog diyakini kendalikan

Reporter : Alwan Ridha
Ramdani
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik yakin Bulog
sudah menyiapkan skenario untuk menghadapi
kemungkinan molornya masa panen karena
kekeringan yang melanda."Maret biasanya panen
raya. Tapi ini bisa saja mundur," kata Deputi
Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo di
kantornya, Jumat (26/9).
Dia menegaskan, langkah yang diambil Bulog bisa
dengan memperbesar cadangan baik dari domestik
maupun dari luar negeri. Cadangan Bulog sampai
saat ini sudah mencapai 2 juta ton beras."Ini masih
ada panen, tapi sedikit."
BPS memperkirakan kondisi kekeringan yang
melanda sentral pertanian, belum akan berdampak
pada inflasi. Inflasi bulan ini lebih karena harga elpiji
naik, cabei, telur ayam dan daging ayam. Paling
tidak, merujuk tahun lalu, inflasi bulan September di
bawah 0,5 persen."Emas juga turun, mempengaruhi
dia."
BPS optimistis, jika Bulog menyiapkan skenario
operasi pasar saat pedagang menaikkan harga
pangan akibat dampak kekeringan. "Saya kira
perhitungan resminya sudah dilakukan oleh Bulog,
pekerjaan utamanya dia itu, saya kira dia
melakukan itu, saya kira itu terantisipasi."
Sasmito menegaskan kecilnya, inflasi September
karena elpiji 3 kilogram yang juga dikonsumsi unit
usaha, tidak naik. Elpiji 12 kilogram, selama ini lebih
banyak dikonsumsi rumah tangga."
(mdk/yud)

Tidak ada komentar: