Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Rabu, 10 September 2014

Pria Ini Sulap Batok Kelapa Jadi Kerajinan Unik

Pria Ini Sulap Batok Kelapa Jadi Kerajinan Unik

09-11 04:43

VIVAnews - Ternyata tidak semua sampah harus dibuang. Bagi sebagian orang, sampah adalah berkah karena dapat diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan unik dan bernilai tinggi.

Itulah yang berhasil dibuktikan seorang pemuda di Tuban, Jawa Timur. Di tangannya, sampah berupa batok atau tempurung kelapa diolah menjadi berbagai barang unik dan bernilai tinggi. Di antaranya boneka angry bird yang laris manis di pasaran.

Adalah Ainur Rofiq, 29 tahun, warga Desa Beji, Tuban, Jawa Timur, yang berhasil menyulap tempurung kelapa menjadi berbagai barang unik. Yang terlaris adalah celengan berbentuk angry bird.

Dengan peralatan seadanya, ia mengolah tumpukan batok atau tempurung kelapa yang dipungut dan dikumpulkan dari pedagang di pasar.

Dengan tekun, Ainur mengolahnya menjadi berbagai barang bernilai tinggi. Dia mengatakan, dibutuhkan keuletan dan ketelatenan pada proses pembuatannya.

Awalnya tempurung dibersihkan. Kemudian kulit kelapa yang biasa disebut batok ini dilubangi sesuai dengan jenis kerajinan yang akan dibuat.

Usaha kerajinan yang sudah digelutinya sejak tujuh tahun lalu itu, bermula saat ia hanya iseng membuatkan mainan untuk anaknya.

Namun, mainan tersebut kemudian dibeli oleh tetangganya yang kemudian memaksanya untuk membuat dalam jumlah banyak karena banyak pesanan dari para tetangga.

Dari tempurung kelapa itu, Ainur dapat menghasilkan berbagai jenis kerajinan, seperti stoples, tempat pensil, tempat lampu, hingga celengan, dengan berbagai jenis, seperti bebek dan tokoh game animasi angry bird yang menjadi andalam dalam pemasarannya.

Dari hasil kreasinya itu, Ainur berhasil meraup keuntungan hingga jutaan rupiah tiap bulannya. Setiap produk yang ia buat, rata-rata terjual antara Rp30 ribu hingga Rp100 ribu.

Meski demikian, Ainur mengakui ia memiliki kendala. Selain modal, kendala yang dihadapi adalah pemasaran produknya.

Selama ini, pesanan datang dari daerah lokal Tuban yang jumlahnya relatif terbatas. Demi kelancaran usahanya, Ainur berharap bantuan dari pemerintah setempat, agar usahanya tersebut mampu berkembang ke luar daerah. (tvOne/Imam Zuhdi/ms)

Tidak ada komentar: