November 28, 2014at 4:12 pmLina Noviandari
Share
120000
Co-founder Female Daily Network, Hanifa Ambadar.
“Pria berbelanja untuk membeli apa yang mereka inginkan, sementara wanita berbelanja untuk mencari tahu apa yang mereka inginkan”, itulah yang dikatakan co-founder Female Daily Network, Hanifa Ambadar, dalam presentasinya tentang “perilaku konsumen wanita di internet” pada hari kedua Startup Asia Jakarta 2014 kemarin (27/11). Hanifa menyoroti betapa penting pasar wanita bagi ranah e-commerce, karena menurut survei yang dilakukan di forum online-nya, sekitar 65 persen keputusan belanja ditentukan oleh wanita.
Mengingat besarnya potensi yang bisa didapat dari konsumen wanita ini, para pelaku e-commerce harus paham betul tentang karakteristik dan apa yang konsumen wanita inginkan. Terkait hal ini, Hanifa memberi beberapa tips untuk mendapatkan hati konsumen wanita.
Buat platform yang sederhana
Dengan mempunyai banyak peran dalam hidupnya, wanita memiliki banyak hal untuk dilakukan. Oleh karena itu, wanita lebih menyukai proses yang sederhana dan praktis. User interface yang mudah dan sederhana, serta tampilan yang bagus bisa membuat menarik konsumen wanita. Selain itu, dari 40 juta wanita yang online, 9,5 juta dari mereka menggunakan smartphone. Para pelaku e-commerce disarankan untuk membuat platform mobile untuk memenuhi kebutuhan para pengguna mobile tersebut. Ditambah lagi, penetrasi mobile di Indonesia akan terus meningkat di masa mendatang.
Baca juga: 56 persen orang Indonesia berbelanja online menggunakan smartphone (INFOGRAFIS)
Kebijakan yang lebih longgar
“Karena wanita ingin dimengerti,” mungkin merupakan ungkapan yang sering Anda dengar. Implementasi ungkapan tersebut dalam ranah e-commerce adalah memberikan waktu yang lebih lama bagi wanita untuk mengambil keputusan, misalnya dalam hal pembayaran dan kebijakan pengembalian barang. Selain itu, menyediakan customer service yang tanggap dan memberi gentle reminder bisa membuat wanita merasa.
Baca juga: Gila fashion? Kunjungi 9 website e-commerce fashion terbaik di Indonesia
Menampilkan testimoni dan rekomendasi
Menurut survei yang sama, 64 persen wanita yang berbelanja online mengaku terpengaruh oleh review dari pembeli lain, 95 persen dari mereka menganggap bahwa testimoni penting, dan 78 persen konsumen wanita membutuhkan rekomendasi untuk melakukan pembelian. Ini menunjukkan betapa pentingnya pengaruh testimoni dari pembeli. Oleh karena itu, para pelaku e-commerce disarankan untuk menyediakan fitur review atau menyediakan ruang untuk testimoni.
Pelaku e-commerce juga disarankan untuk lebih aktif terhubung dengan pelanggannya di media sosial, karena menurut survei, 74 persen pembeli online terpengaruh oleh media sosial. Media sosial juga bisa digunakan untuk menyalurkan testimoni dari para pelanggan dan memberi rekomendasi kepada mereka.
Baca juga: 7 situs Indonesia yang membantu Anda membandingkan harga
Memahami demografi konsumen
Tidak semua wanita sama, dan perilaku belanja mereka biasanya berubah berdasarkan tahapan hidup mereka. Misalnya, wanita remaja kemungkinan besar memiliki keputusan pembelian yang berbeda dengan wanita yang sudah berumahtangga. Para pelaku e-commerce harus memahami karakteristik demografi konsumen yang mereka targetkan guna bisa memenuhi apa yang mereka inginkan.
Artikel ini adalah bagian dari liputan Startup Asia Jakarta 2014 yang berlangsung pada tanggal 26 dan 27 November. Lihat semua liputan tentang presentasi peserta Startup Arena di sini. Anda juga bisa mengikuti update Twitter kami dengan menggunakan hashtag #StartupAsia.
(Diedit oleh Ketut Krisna Wijaya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar