Wapres JK Bakal Tutup Perdagangan Saham 2015
Liputan6.com, Jakarta - .
Kinerja IHSG Tak Memuaskan
Secara sektoral, seluruh acuan saham melemah. Sektor yang paling parah adalah pertambangan yang turun sebanyak 40,7 persen, pertanian 30,63 persen, lalu sektor industri dasar dan kimia sebanyak 25 persen.
Kinerja IHSG di tahun 2015 kurang menggembirakan. Pada penutupan 29 Desember 2015, indeks saham ditutup pada level 4.569,36 naik 12,01 poin atau 0,26 persen dibanding penutupan sehari sebelumnya.
Namun, secara tahunan (year to date) IHSG melemah sebanyak 657,59 poin atau sebanyak 12,58 persen dari 5.226,94. Modal yang keluar sebanyak Rp 22, 4 triliun.
Tidak sendiri, Bursa Thailand juga mencatatkan kinerja yang tidak terlalu baik di mana turun sebanyak 14,28 persen, Malaysia 4,31 persen, Singapura 14,17 persen, Hongkong 6,8 persen.
Kinerja positif diraih Bursa Korea Selatan yang menanjak 2,65 persen, Jepang 8,78 persen, China 10,17 persen
Analis LBP Enterprises Lucky Bayu Purnomo mengatakan ada dua sentimen utama penekan IHSG. Pertama, karena iklim politik yang tidak baik. Itu mempengaruhi keputusan kebijakan ekonomi.
"Kejatuhan harga komoditas yang membuat ekspor impor tertekan," ungkap dia saat dihubungi Liputan6.com.
(Amd/Ndw)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar