Cari Blog Ini

Posting blogger lewat email

username.secretword@blogger.com

Minggu, 08 Mei 2016

Mengurangi kebiasaan boros


1.Jangan bayar pakai kartu kredit
Seringkali orang menganggap belanja memakai kartu kredit lebih trendy.  Kemanapun selalu bertransaksi dengan kartu pintar ini.  Namun tanpa disadari kartu kredit memiliki sisi negatif. Ketika membawa kartu kredit selalu muncul godaan diskon dan promosi lain yang memancing hasrat berbelanja lebih daripada kebutuhan.  Bedakan antara keinginan dan kebutuhan.
2.Kurangi jalan-jalan ke mal
Belanja termasuk hobi yang tak terlepaskan dari wanita. Bukan rahasia lagi kalau perempuan dapat menjadi seorang shopaholic dan sekaligus si pemboros. Hal ini terjadi saat mereka mengalami stres akibat pekerjaan maupun masalah keluarga. Perempuan dengan karakter temperamental mudah mengalami hal ini dan akibatnya mereka juga sulit  menabung.
Khusus kamu yang punya sifat tersebut, sebaiknya hindari bepergian ke mal maupun supermarket ketika suasana hati sedang galau bila gak ingin kehabisan uang di pertengahan bulan.
  Ayo bu dibeli aja semuanye, mumpung diskon eyaaaa
3.Jauhi teman-teman berkebiasaan boros
Kenyataan tinggal di wilayah perumahan yang ibu-ibu tetangganya selalu heboh dan saling bersaing memamerkan benda-benda mahal. Si ibu A mendadak membeli televisi baru begitu mengetahui ibu B baru saja membelinya.
Si ibu C selalu ikut-ikutan membeli bakso ketika ibu D yang tinggal di seberang jalan sedang membeli bakso. Hidup bertetangga memang perlu dan wajib hukumnya. Hanya saja, lebih selektif lah dalam bergaul jika gak ingin terpengaruh gaya hidup mereka dan kembali gagal menabung.
4.Kurangi menonton televisi
Ketika anak-anak dan suami meninggalkan rumah untuk aktifitas rutin mereka, seorang ibu rumah tangga mungkin hanya akan berteman dengan televisi sepanjang hari. Televisi selalu dihiasi promosi produk-produk baru yang diiklankan sedemikan rupa supaya kita tertarik membelinya.
Jangan lupa dan terlena ya. Kenyataan itu seringkali berbeda jika dibandingkan dengan iklan yang kita lihat. Bagaimana kita bisa menabung jika setiap kali tergiur rayuan iklan?
Penulis:  ridhass. Blogspot. Com

Tidak ada komentar: